Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Diburu Rasa Bersalah karena Selingkuh, Pria Setengah Baya Bunuh Diri di Simalungun
    SIMALUNGUN(EKSPOSnews): Tidak sanggup menahan tekanan wanita selingkuhannya, Agustono (46) warga Huta Siramah, Nagori Dolog Kahean, Kecamatan Tapian Dolog, mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di pohon duku samping rumahnya, Senin 13 Februari 2012 pukul 04.00 WIB dengan menggunakan tali nilon.

    Sebelum melakukan aksi bunuh diri, korban meninggalkan surat wasiat yang ditujukan kepada istrinya. Dalam surat itu, korban antara lain meminta maaf kepada istrinya atas pengkhianatan yang dia lakukan semasa hidup. Korban mengatakan, dengan cara bunuh diri, permasalahan akan selesai dan istrinya tidak terlibat dalam masalahnya. Bedasarkan informasi, kejadian itu pertama kali diketahui putrinya, Heni (21), saat hendak Salat Subuh. Pagi itu dia menuju ruang belakang dan pintunya terbuka. Karena penasaran, ia langsung mendekati pintu. Di sana dia melihat sebuah buku tulis berisikan tulisan tangan ayahnya.

    Mengetahui maksud isi tulisan tersebut, Heni langsung memanggil ibunya Miswati (45) dan langsung mencari keberadaan korban. Tepat di samping rumah yang ditanami pohon duku, mereka melihat senter menyala tergetak di tanah. Ketika mendekati senter tersebut, mereka terkejut melihat korban sudah tergantung. Heni dan ibunya langsung memutus talinya dengan harapan korban masih bernafas.

    Menurut Heni, ketika korban dipegang dengan kondisi tergantung, tubuhnya masih hangat sehingga mereka langsung memutuskan talinya dengan harapan masih hidup. Akan tetapi, korban sudah kehabisan nafas setelah tali kambing yang digunakan mengikat lehernya melalui ranting pohon duku merenggut nyawanya. Heni mengatakan, subuh itu, warga langsung berdatangan karena mendengar teriakan istri korban. Warga lalu ramai-ramai membantu menurunkan korban dari pohon duku dan membawa jenazahnya untuk disemayamkan di rumah.

    Heni mengatakan, pada malam sebelumnya, dia melihat ayahnya yang bekerja di PT Bridgestone sedang menulis sesuatu sembari nonton TV. Karena anggota keluarga masih bangun, ayahnya menuruh supaya mereka tidur. Setelah menemukan surat yang ditulis ayahnya, Heni tersadar bahwa pada malam itu ayahnya sudah merencanakan bunuh diri.

    Informasi yang dihimpun, tahun 2011 lalu, korban pernah mencoba bunuh diri dengan meminum racun. Namun, beruntung keluarga langsung cepat membawa berobat sehingga korban bisa diselamatkan. Warga mengatakan korban nekat bunuh diri karena ada perselisihan dengan salah seorang wanita yang bukan istrinya. Wanita tersebut diduga selingkuhan korban. Hal itu juga dikuatkan isi tulisan korban yang menyinggung perasaan dan pengakuan minta maaf atas ketidaksetiaannya kepada istrinya.

    Sementara, atas permintaan keluarga kepada polisi, korban tidak divisum dan diotopsi. Kapolsek Serbelawan AKP K Manurung mengatakan, pada jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga polisi menyetujui permintaan keluarga untuk tidak divisum melalui surat pernyataan yang ditanda tangani anggota keluarga. Sebelum salat Zuhur, jenazah korban dikebumikan di pemakaman umum pukul sekitar 12.30 WIB. Anak sulung korban bernama Yanti, tidak dapat melihat jasad korban untuk terakhir kali masih berada di Pulau Jawa. Korban meninggalkan empat orang anak dan dua cucu dari anak pertama bernama Yanti (24) yang tinggal di Pulau Jawa. Sedangkan tiga anaknya yang lain, Heni (24), Fitri (16) dan Rudy (15) tinggal satu rumah bersama keluarga.(metro)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!