Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Wakapolres Asahan Usir Puluhan Sopir yang Melaporkan Mafia CPO
    KISARAN(EKSPOSnews): Wakapolres Asahan Kompol Budiman B Panjaitan  mengusir puluhan supir truk CPO yang datang ke Mapolres Asahan meminta perlindungan hukum dan pengawalan menghindari ulang mafia CPO. Puluhan supir truk tanki CPO sedang berada di depan unit SPK,Kamis 9 Februari 2012  sesaat sebelum dihalau untuk meninggalkan halaman Polres Asahan.

    Pantauan METRO, peristiwa itu terjadi ketika para sopir truk berada di ruang SPK menunggu jawaban petugas apakah bersedia melakukan pengawalan berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan. Asyik memberi keterangan kepada pencari berita di mapolres itu, tiba-tiba Wakapolres Kompol Budiman B Panjaitan  datang dan langsung menghalau para supir untuk tidak berada di depan Unit SPK. Alasannya, masyarakat lain terganggu ketika hendak melapor. Bahkan, Budiman beralasan bahwa pemilik CPO atau pengusaha tidak merasa keberatan atas ulah mafia CPO dibuktikan dengan tidak adanya pengaduan diterima pihaknya.

    “Kok kamu (sopir) saja yang keberatan, pergi, pergi dan bergerak keluar sana,” ujarnya Kompol Budiman diikuti beberapa petugas menghalau para supir hingga keluar dari lokasi mapolres. Wakapolres yang dicoba diminta penjelasan dasar menghalau para puluhan supir itu, tak memberi jawaban kecuali masuk ke mobil dinasnya dan bergerak meninggalkan mapolres.

    Sementara para sopir dengan terpaksa bergerak menuju jalinsum dan keluar dari halaman Polres dan kembali berada di luar pagar kantor mapolres.
    Hanya saja, sejumlah sopir menyatakan tidak akan bergerak dari depan Polres Asahan tanpa pengawalan, “Kalau disebut pengusaha tidak keberatan dan tidak melapor, sesuatu yang wajar kalau tidak melapor. Sebab pengusaha tetap meminta ganti rugi dari kami supir, kalau kami tidak bayar ganti rugi karena ulah mafia CPO, maka kami dengan mudah diberhentikan sehingga tidak ada pekerjaan,sedang kami selama ini hanya bisa sebagai supir,” ujar Robet yang dibenarkan semua rekannya.

    Terpisah Ketua Pengurus Kabupaten  Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Asahan Ir Suryandi,  merasa perihatin atas kondisi para sopir.
    Dia meminta, pihak Polres Asahan memahami penderitaan sopir dan pengusaha. “Ini berada di wilayah hukum Polres Asahan, tapi jika polres tidak mampu saya siap bersama para supir bergerak menuju Poldasu untuk mengeluhkan penderitaan dan kesengsaraan para supir yang punya anak dan isteri itu,” tegasnya.
    Sebelumnya sekitar 50 orang supir tanki CPO kembali mendatangi Polres Asahan, untuk meminta perlindungan agar selamat dari aksi brutal mafia CPO yang menurut mereka semakin mengganas dan terkesan kebal hukum.

    Pantauan, hanya 3 orang sopir mewakili sopir lainnya berada di ruang SPK Mapolres Asahan untuk meminta pengawalan. Namun karena jawaban dari petugas dinilai terlalu lama, para sopir lain yang sudah menunggu di pinggir Jalinsum gerah dan masuk secara bersama-sama ke ruang SPK meminta kepastian pengawalan. Salah seorang sopir bernama Robert menuturkan, kehadiran mereka kembali ke mapolres  karena sudah lama menunggu di pinggir jalan untuk minta pengawalan, tapi yang dimohon belum dikabulkan, sedang waktu terus memburu agar truk CPO tiba di lokasi penjualan di Medan.
    Kehadiran para sopir di ruang SPK, membuat petugas jaga kelabakan. Tak tanggung-tanggung, mereka juga menyemut di pelataran unit SPK.

    “Kami tak tahan dengan cara mafia CPO yang berada di wilayah hukum Polres Asahan. Bayangkan ,setiap kami lewat tanpa pengawalan petugas kepolisian pasti dipaksa masuk gudang dan harus mengeluarkan CPO dari tanki, seminimalnya setengah gelang atau 30 kilogram. Itu pun tidak satu gudang saja,” keluh para sopir. Disebutnya para sopir, mereka telah sepakat tidak akan bergerak dari Polres Asahan jika tidak mendapat  pengawalan atau petugas kepolisian yang  harus memberangus gudang illegal.(metro)

    Share |
    tlng di berantas para mafia cpo
    kami meminta hak kami.. sebagai warga sipil.mana perlindungan hukum buat kami

    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!