Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Disambar Api, Wajah dan Kaki Balita di Labuhanbatu Terbakar
    LABUHANBATU (EKSPOSnews): Ihtan Lesmana, bayi berusia lima tahun ini terpaksa menahan sakit di ruang anak RSU Rantauprapat. Wajah dan kakinya terbakar akibat disambar api yang berasal dari lampu teplok di rumahnya di Bangun Sari, Negeri Lama, Labuhanbatu.

    Assip (37), ayah kandung korban mengatakan, kejadian naas itu terjadi pada 29 Januari 2012 lalu. Kala itu, sekitar pukul 20.30 wib, dirinya sedang mengisi minyak tanah kedalam lampu teplok di ruang tamu rumahnya yang belum memiliki fasilitas listrik itu.  "Jadi di rumah saya itu memang belum masuk listrik, makanya kami setiap malam menggunakan lampu teplok sebagai alat penerangan," ujarnya, Rabu 8 Februari 2012.

    Saat sedang mengisi minyak tanah itulah, lanjut Assip, secara tiba-tiba, api yang berasal dari salah satu lampu teplok menyambar minyak tanah dalam jerigen yang sedang dipegangnya. Apipun membesar hingga Assip secara spontan melepaskan jerigen minyak tanah dari tangannya. Namun naas, saat itu, minyak tanah dari dalam jerigen itu curah mengenai tubuh anaknya Ihtan lesmana, yang kala itu sedang asyik bermain dengan ibunya Siti Aisyah (33). Apipun kemudian dengan cepatnya menyambar tubuh anak ketiganya itu.  "Api dari lampu teplok itu langsung menyambar dan membakar tubuh anak saya yang sudah terkena minyak tanah itu," jelasnya.

    Melihat api telah membakar tubuh anak ketiganya itu, Assip dan istrinya Siti Aisah kemudian dengan segera mencoba memadamkan api tersebut. "Saya dan istri saya kemudian memeluk dan menyelimutkan handuk basah ke tubuh anak saya itu," ungkapnya. Dikatakan Assip, saat berusaha memadamkan api yang telah membakar tubuh anaknya itu, secara tiba-tiba api juga menyambar kaki istrinya Siti Aisyah.  "Mungkin kaki istri saya juga terkena curahan minyak tanah itu hingga api juga menyambar kakinya. Tapi api itu dengan cepat bisa dipadamkan istri saya," ucapnya.

    Menurut Assip, minyak tanah yang dibelinya di salah satu warung yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya itu telah dicampur bensin hingga api begitu cepatnya menyambar minyak tanah tersebut. "Kalau minyak tanah yang saya beli untuk bahan bakar lampu teplok itu tidak dicampur bensin, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi," tambahnya.

    Berhasil memadamkan api yang membakar Ihtan, Assip dan istrinya kemudian membawa anaknya itu ke salah satu klinik di kota Rantauprapat karena wajah dan kaki anaknya itu terluka parah akibat terbakar. "Karena saya tidak punya uang, makanya anak saya itu hanya saya bawa berobat jalan saja. Karena saya takut jika dibawa ke rumah sakit akan dikenakan biaya besar," ujar Assip.

    Namun setelah hampir satu minggu, kondisi kesehatan Ihtan Lesmana semakin memarah akibat luka bakar tersebut. Hingga akhirnya pada tanggal 6 Februari 2012 lalu, Assip dan istrinya memberanikan diri membawa anaknya itu ke RSU Rantauprapat untuk mendapatkan perobatan. Dokter RSU Rantauprapat Safril, yang menangani pasien luka bakar tersebut mengatakan jika kondisi Ihtan dalam keadan kritis akibat luka bakar tersebut. Dikatakannya, luka bakar pada tubuh pasien tersebut mencapai 40 persen. "Luka bakar itu dibagian wajah dan kaki anak tersebut," ujarnya. Namun pihaknya mengaku telah mengoperasi pasien untuk mencegah infeksi akibat luka bakar tersebut. "Kita sudah membesihkan lukanya agar tidak infeksi," tambahnya.(fh)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!