
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Polisi Asal Medan Tewas Gantung Diri di Humbahas
Gamaliel
Brigadir John Hendri korban yang nekad gantung diri sedang diautopsi oleh medis di ruangan intalansi mayat, RSUD Dolok Sanggul. DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Tak disangka karir putus ditengah jalan tanpa diketahui apa motif permasalahaannya, seorang polisi bagian lalulintas di kepolisian resort Humbahas asal anak medan, Brigadir John Hendri Sinaga, 28, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kejadian itu ditemukan, Selasa 7 February 2012 sekira pukul 10.45 WIB di rumah kontrakannya Jln Kampung Baru Desa Pasaribu, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbahas. Informasi yang diperoleh menyebutkan, korban sebelumnya sempat melakukan tugas seperti biasanya apel pagi dan melakukan pengamanan tiap paginya di depan sekolah katholik. Namun, entah roh apa yang memasuki jiwa korban, tiba-tiba saja diduga habis melakukan tugasnya korban pulang kerumahnya dan langsung menggantungkan dirinya di ruang tamu rumahnya dengan sebuah tali kain dari ayunan. Korban ditemukan Lita boru Pasaribu yang dimana sebelum ditemukannya, istri korban boru Silalahi menghubunginya (Lita) agar mengecek keadaan suaminya. Setelah mendapat pesan dari istri korban, Lita pun bergerak menuju ke rumah korban. Setelah dipanggil dari luar, Litapun curiga karena korban tidak mengindahkan sautannya dan begitu hendak masuk ke rumah pintu tanpa terkunci, Litapun sepontan terkejut sudah melihat korban bergantungan. Tanpa sadar jeritan histeris, Lita melihat kejadian itu mengundang masyarakat sembari langsung menghubungi istri korban. Tak berapa lama kemudian, beberapa petugas dari rekan-rekan korban datang bersama-sama dengan pimpinannya. Kepala Satuan (Kasat) Lalulintas (Lantas) AKP T Sembiring kepada wartawan di rumah sakit Doloksanggul membenarkan adanya satu orang petugasnya meninggal dunia akibat gantung diri. Namun motif adanya dugaan yang lain, menurut kepala satuan ini belum ada. Sejauh ini diketahuinya masih motif bunuh diri dengan cara gantung diri di rumahnya dengan menggunakan tali ayunan. “Kalau motifnya masih gantung diri dan belum ada diketahui apa ada dugaan lain. Karena korban ditemukan oleh salah seorang warga sudah tewas bergantungan”, ujar AKP T Sembiring. Masih dikatakan T Sembiring, korban diketahuinya sifatnya seorang pendiam namun dalam karir tugasnya orangnya rajin. Sebelumnya, lanjut Sembiring, korban sempat dipanggil keruangannya untuk menanyakan apa ada persoalannya di lapangan atau kepada keluarganya. Dan juga, sempat menanyakan keberadaan istrinya yang bertugas di Parlilitan sebagai bidan dengan korban yang berjauhan melakukan tugas. Namun, korban hanya mengatakan tidak ada dan dalam persoalan kejauhan antara istri dengannya (korban) tidak menjadi persoalan. Korban mengakui apabila tidak melakukan tugas ia mengunjungi istri dan 2 orang buah hatinya (anaknya), sebut Sembiring. Sementara itu, Kapolres Humbahas AKBP Verdy Kalele yang disambangi wartawan di depan rumah kontrakan korban mengatakan, motif sementara yang terjadi korban tewas gantung diri. Ketika ditanya apakah ada keluh kisah korban selama bertugas dan apakah sebagai pimpinan (Kapolres) di satuan kepolisian resort humbahas mengetahui biodata seluruh anggotanya khususnya pada korban, tanpa bersahabat Verdy mengatakan sebanyak 269 anggotanya belum dapat diketahuinya apa ada keluh kisahnya maupun biodata setiap anggotanya.”269 anggota saya, tidak mungkin saya ketahui satu persatu. Tapi kalau kinerjanya korban, orannyag rajin, tadi pagi korban ikut apel dan melakukan tugasnya” akui Kapolres yang baru ini. Disamping itu, menurut informasi diperoleh lagi korban ternyata sebelum mengakhiri hidupnya sempat memberikan pesan singkatnya melalui heandphonenya yang menyebutkan, ‘Saya sudah bosan hidup’ kepada orang tuanya. Namun ketika hal ini dipertanyakan kepada, Kapolres Humbahas yang disebut HP milik korban dipegangnya, enggan memberikan komentar. Dengan singkat, Verdy mengatakan, belum ada membuka heandphone milik korban. “ Informasi itukan masih katanya, karena belum kubuka HP milik korban apa ada isi smsnya itu kepada orangtuanya”, aku Verdy singkat. Disisi lain, salah seorang warga dari perkumpulan serikat tolong menolong (STM) tetangga berdekatan kediamaan orang tua korban tepatnya pajak martubung kota Medan mengatakan korban anak pertama dari 6 bersaudara. Kedua orangtuanya kerjanya sebagai penjual telor dan ibunya menjual kain tepatnya di rumah orang tuanya. Sejauh ini, kata seorang warga ini yang bermarga Simamora yang enggan menyebutkan namanya mengakui tidak ada persoalan baik itu tentang keluarganya maupun pekerjaannya. Memang, katanya yang melalui via telepon kepada wartawan mengakui lagi korban sifatnya pendiam namun biarpun pendiam tetapi orangnya ramah dan bergaul. Selanjutnya masih dikatakan oleh marga Simamora ini, mereka mendapatkan kabar dari istri korban yang ketepatan saat membawa anak keduanya ke Medan untuk berobat..(gs)
BERITA TERKAIT:
|