Ratusan Kios di Pasar Tradisional Jl Diponegoro Kisaran Musnah Terbakar

Minggu, 5 Februari 2012 | 06:55:53
KISARAN(EKSPOSnews): Ratusan kios dan toko di pasar tradisional, kawasan Jalan Diponegoro, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan hangus terbakar, dini hari Sabtu, 5 Februari 2012 . Sebagian besar pedagang tak sempat menyelamatkan barang-barang dagangan mereka karena api dengan cepat menjalar. Hanya dalam hitungan setengah jam, api menghanguskan seluruh kios.

Pedagang menduga sumber api berasal dari blok tengah pasar kain. Agus, seorang pedagang pakaian, mengatakan, saat itu dia melihat api baru menyala. Tapi dengan cepat api berkobar. Dia pun langsung berusaha menyelamatkan barang dagangannya yang bernilai ratusan juta rupiah . Komisi B DPRD Asahan memperkirakan kerugian pedagang akibat kejadian itu mencapai Rp1 triliun.

“Kita sudah lakukan pendataan tadi pagi. Ditaksir kerugian mencapai Rp1 triliun karena dalam kebakaran ini ikut terbakar dua toko yang berisi penuh barang pecah belah dan kelontong,” ujar Sekretaris Komisi B DPRD Asahan Darwis Sirait. Sejauh ini polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.Namun pedagang mencurigai jika pasar tersebut sengaja dibakar oleh orang tak bertanggung jawab. “Kami yakin sepenuhnya tempat ini memang dibakar,” ujar David,28, salah seorang pedagang.

Kecurigaan David tersebut muncul karena sejam sebelum kejadian pedagang pakaian ini didatangi dua penjaga malam, yakni berinisial Ca, dan Iv.Tak tahu pasti maksud kedatangan keduanya.Namun karena mereka memang kenal baik,David sama sekali tak curiga. Anehnya, kedatangan kedua penjaga malam ini secara tidak bersamaan. Orang yang pertama datang adalah Ca dengan mengendarai mobil mini bus.

Ca berpakaian rapi dengan mengenakan kemeja safari. Setelah berbincang-bincang sebentar di rumahnya di Jalan Penggalang,Kecamatan Kisaran Timur, Ca pulang.Tak lama kemudian, muncul I alias Aj.Sejam kemudian kebakaran Pasar Kisaran pun terjadi. Sekitar dua jam sebelum kebakaran, Agus sempat memergoki sebuah mobil yang mirip dengan mobil yang sedang parkir di Jalan Sutomo, bagian depan sebelah selatan Pasar Inpres.

Dia juga sempat melihat penjaga malam bermain kartu di dalam sela-sela gang pasar. Namun karena tidak curiga apa-apa, dia meneruskan perjalan ke rumah.Tapi dua jam kemudian,dia mendapat kabar pasar sudah terbakar.“Saya sempat melihat para penjaga malam di dekat dua kios tempat asal titik api,”kata dia. Kecurigaan yang sama dilontarkan H Zulhid Nainggolan. Sebab, sebelum peristiwa banyak hal yang dialami oleh pedagang Pasar Inpres.

Di antaranya, adanya ancaman dari salah seorang oknum petugas penarik retribusi.Pemilik toko emas Sipirok ini membeberkan, sasaran ancaman ini ditujukan kepada para pedagang perempuan. Mereka diancam karena tidak mau menandatangani surat persetujuan kenaikan tarif retribusi pasar yang baru ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan. Bahkan seorang oknum pernah mengeluarkan ancaman akan membakar pasar jika pedagang tidak menyetujui kenaikan retribusi.

Selain indikasi itu, Zulhid mengatakan, para pedagang beberapa bulan lalu sempat disuruh menandatangani persetujuan untuk pindah, terkait adanya rencana Pemkab Asahan melakukan pemugaran pasar itu.Akan tetapi rencana itu ditolak oleh sebagian pedagang. Karena para pedagang takut nasib mereka sama dengan para pedagang di pasar induk Kecamatan Air Joman, dimana setelah pasar di bugarkan, pedagang lama tidak bisa menempati.

“Kami tidak bisa menuduh siapa pelaku dan aktor dalam peristiwa ini.Akan tetapi kami yakin jika pasar yang telah puluhan tahun memberikan kehidupan buat kami ini dibakar oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” tandasnya. Tentang kemungkinan pasar terbakar akibat korsleting listrik,Zulhid sangat tidak yakin. Sebab,Pasar Inpres itu sudah dilengkapi alat pengaman anti korsleting.

“Saya sendiri yang menggantinya (pasang pengaman) dengan menggunakan uang kas organisasi persatuan para pedagang,” kata dia. Selain itu,jika malam hari tak ada satupun kios yang menyalakan penerangan listrik, kecuali untuk gang-gang jalan kompleks pasar. Secara terpisah, Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang membantah keterlibatan Pemkab dalam kebakaran pasar itu.

“Demi Allah, tidak ada keterkaitan terjadinya kebakaran Pasar Inpres dengan aparat maupun program pembangunan yang akan dilakukan Pemkab Asahan,” ujar Bupati dalam pesan singkatnya. Petugas Laboratorium Forensik Polda Sumut AKP M Ali Akbar mengatakan, penyelidikan tentang penyebab kebakaran baru dimulai. Dibutuhkan waktu minimal dua pekan untuk memastikan penyebab kebakaran pasar itu.(sindo)

BERITA LAINNYA
Mulai Hari Ini Polisi Se-Aceh Razia Helm
Rabu, 22 Oktober 2014 | 19:09:08
Anggodo Gagal Terima Pembebasan Bersyarat
Rabu, 22 Oktober 2014 | 19:07:53
Walhi Gugat Qanun Aceh
Rabu, 22 Oktober 2014 | 05:52:27
Rampok Mobil Box Indomarco, "Tentara" Ditangkap
Rabu, 22 Oktober 2014 | 05:47:44
Polresta Medan Sita Sabu Asal Malaysia
Selasa, 21 Oktober 2014 | 22:12:44
Polres Bangka Amankan Solar Ilegal
Selasa, 21 Oktober 2014 | 21:39:28
Nelayan Bikin Video Mesum dengan ABG Berdurasi 15 Menit
Minggu, 19 Oktober 2014 | 04:14:24
Oknum TNI Diamankan Bawa Ganja Puluhan Kilogram
Sabtu, 18 Oktober 2014 | 18:46:51
BERIKAN KOMENTAR
Top