Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Kakak Kelas Pukuli Siswa SMA di Kisaran Hingga Kritis
    KISARAN(EKSPOSnews): Aksi kekerasan di kalangan pelajar kembali terjadi. Kali ini, nasib nahas dialami Andrey, siswa kelas 11 Jurusan IPS 1, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kisaran.

    Nasib yang dialami Andrey benar- benar malang. Menjalankan tugas sebagai siswa petugas pengamanan dan ketertiban sekolah (PKS), malah menjadi korban penganiayaan. Setelah dikeroyok hingga babak belur,dan diinjak-injak, siswa yang dikenal berkelakuan baik ini masih dipukuli dengan helm hingga sekarat oleh kakak-kakak kelasnya. Peristiwa sadis yang baru pertama terjadi di dunia pendidikan di Kabupaten Asahan itu sontak menjadi perhatian.

    Puluhan pelajar dari berbagai sekolah langsung memadati Rumah Sakit Umum (RSU) H Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran untuk melihat secara langsung kondisi Andrey, Sabtu 5 Februari 2012. Menurut wali kelas korban, Ella Nasution,kejadian diawali diawali saat terjadi perkelahian antara Yudha Afrizal, siswa kelas 12 IPS 2, dengan Deni Syahputra,siswa kelas 11 IPA.

    Andrey yang selama ini oleh dipilih pihak sekolah sebagai siswa petugas keamanan dan ketertiban sekolah berusaha untuk mendamaikan perkelahian yang dipicu permainan bola itu. Namun entah kenapa,pertengkaran malah terjadi antara Andrey dan Yudha.Perkelahian antara kedua siswa saat itu tak sempat terjadi karenaYudha meninggalkan Andrey. Akan tetapi, persoalan tidak sampai terjadi di situ.

    Selang beberapa saat,Yudha datang dengan membawa sejumlah teman kelasnya.Dari sinilah perkelahian terjadi. Saat itu,Yudha mendatangi Andrey di antaranya bersama Ibrahim.Tak tahu pasti apa penyebabnya tiba-tiba Ibrahim menantang Andrey berkelahi. Perkelahian pun terjadi.Tapi kedua pelajar langsung diamankan pihak sekolah. Oleh guru Seni Lukis, Damaris Sirait, ketiga siswa yang terlibat perkelahian didamaikan.

    Tapi ternyata persoalan belum selesa.Pada saat jam istirahat, puluhan siswa kelas 12 IPS 2 mendatangi Andrey yang saat berada di teras kelas. Tanpa basa-basi mereka langsung memukuli Andrey hingga terjatuh. “Dia bahkan sama sekali tak sempat menjerit minta tolong, karena langsung digebuki,” kata Raja,seorang siswa. Dari puluhan siswa itu, ada dua siswa yang paling beringas memukuli korban hingga roboh dan babak belur.

    Dua siswa tersebut adalah Ibrahim, dan Triboy. Ibrahim,menurut para saksi mata, memukulkan helm hingga beberapa kali. Setelah terjatuh,Triboy menginjak-injak korban. Andrey pun langsung tak sadarkan diri dan terpaksa dilarikan ke RSU HAMS Kisaran. Sedangkan sejumlah pelaku langsung melarikan diri dari sekolah. Direktur RSUHAMS Kisaran Herwanto mengatakan, saat ini korban masih dalam perawatan intensif pihak medis untuk memastikan kondisi korban.

    Meski korban sudah mulai siuman kemarin sore, tetapi masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,terutama pada bagian kepala korban.“Kalau memang dari hasil diagnosis kita kondisinya cukup parah, kemungkinan korban akan dirujuk ke RSU Medan untuk segera mendapat perawatan lanjutan, karena sarana peralatan dirumah sakit ini masih belum memadai,”kata dia. Secara terpisah,Humas Polres Asahan AKP R Berutu menyatakan kasus ini masih dalam penyelidikan.

    Terpisah, anggota DPRD Asahan Mapilindo meminta Pemkab Asahan segera turun tangan. Selain menyerahkan proses hukum kasus ini kepada aparat berwajib,perlu ada upaya pemerintah daerah setempat agar kasus serupa tidak terulang.

    “ Kita tidak ingin budaya siswa di Jakarta pindah ke kabupaten ini. Harus ada upaya keras dari Pemkab Asahan, kalau memang Pemkab tidak mau disibukkan dengan persoalan semacam ini di masamasa yang akan datang,” ujar matan Dekan FKIP Universitas Asahan itu.(sindo)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!