Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Steger Pelabuhan Labuhanbatu Tumbang, PPK dan Pemborong Dipanggil Polisi
    LABUHANBATU (EKSPOSnews):T erkait tumbangnya sejumlah steger atau tiang penyandar dan juga pengikat kapal boat bermotor yang baru saja dibangun di wilayah pesisir pantai Labuhanbatu beberapa waktu lalu, kini dikabarkan pihak Polres Labuhanbatu telah memanggil pihak terkait guna mengumpulkan bahan dan keterangaan (pulbaket).

    Amatan wartawan Senin 30 Januari 2012, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemkab Labuhanbatu Oston Gultom
    serta Marusel Marpaung seorang rekanan yang diduga selaku pemenang proyek berada di Mapolres guna memenuhi penggilan penyidik bagian ekonomi. Kanit Ekonomi Polres Labuhanbatu Iptu L Siregar, Selasa 31 Januari 2012 menjawab wartawan mengatakan pihaknya tengah Pulbaket. "Ya, ada kita mintai keterangan beberapa orang, namun masih dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan(Pulbaket) dalam waktu dekat ini akan ditinjau ke lapangan,” jelasnya.

    Sebelumnya Oston Gultom saat disambangi wartawan di Mapolres Labuhanbatu menjelaskan dirinya hanya jalan-jalan. Disinggung apakah terkait tumbangnya steger, PPK tersebut malah mengatakan bahwa permasalahan itu sudah selesai dan tidak bermasalah lagi. “Tidak ada, hanya jalan-jalan saja. Itukan sudah selesai dan mereka (penyidik polisi-red) sudah melihat dan hanya disuruh memperbaiki, kan itu masih perawatan,” ujar Oston.

    Lain halnya dengan Marusel, dirinya mengakui dipanggil, namun hanya melalui telepon selular serta membenarkan pemanggilan itu terkait proyek pembangunan tiang beton yang sebahagiannya telah tumbang. ”Ia tadi sudah ketemu sama mereka, ya panggilan tapi melalui telepon saja. Ya masalah proyek yang tumbang itulah, tapi mau tidak mau ya terpaksa kita bagusilah, kan itu masih perawatan,” aku Marusel sembari meninggalkan sejumlah wartawan.

    Jauh sebelumnya, Ketua DPP Lembaga Independen Penyelamat Aset Negara (LIPAN) Samsul Bahri Sitepu sudah menyurati pejabat terkait serta perangkat hukum dilingkungan Pemkab Labuhanbatu dan Sumut terkait tumbangnya tiang penyangga kapal itu. Investigasi yang dilakukannya, steger tumbang sebelum dilakukan berita acara. Bahkan dari pengakuan satu kepala desa yang ada, menjelaskan perangkat desa tersebut memperoleh satu paket pekerjaan dengan imbalan biaya sekitar Rp105 juta, padahal pengerjaan proyek itu dimenangkan oleh perusahaan rekanan dengan anggaran yang bersumber dari APBD 2011 sebesar Rp272.763.000 per paketnya.

    Terlebih, sejumlah penyidik dari Polres Labuhanbatu telah menyusuri wilayah pantai dimana pembangunan tiang beton yang diduga dikerjakan asal jadi itu. "Pengakuan kadesnya, dirinyapun sudah mengakui kepada polisi bahwa dia mendapat pekerjaan dengan anggaran yang telah berkurang hampir setengah. Inilah indikasi pekerjaan asal jadi," beber Sitepu. Data yang dimiliki DPP LIPAN seperti yang dilayangkan ke aparat hukum dilengkapi dengan poto dan CD steger yang tumbang, disebutkan, pembangunan tiang beton di Desa Sei Sakat dikerjakan oleh CV N dengan Direktur Er Manurung dan Desa Sei Sanggul oleh CV KM dengan Direktur Ir Mr Marpaung yang keduanya terletak di Kecamatan Panai Hilir. Sementara, satu paket dengan pembangunan yang sama terletak
    dipinggiran sungai Desa Sungai Merdeka, Kecamatan Panai Tengah dikerjakan oleh CV SB dengan Direktur RL Gultom dengan anggaran masing-masing berkisar Rp273 juta lebih.(fh)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!