
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Polisi Diduga Biarkan Bendahara PU Paluta Tewas Dikeroyok di Tapteng
TAPANULI TENGAH(EKSPOSnews): Oknum anggota Polairud Sibolga Briptu P diduga
“membiarkan” Irwansyah Nasution,46, dikeroyok oleh dua temannya yang
warga biasa hingga tewas disebuah kafe pada Selasa 24 Januari 2012 dini hari.
Seorang saksi mata yang sudah memberikan keterangan di Mapolsek Pandan menjelaskan, Briptu P sama sekali tidak melerai peristiwa pengeroyokan itu.Bahkan terkesan“membiarkannya” hingga Bendahara Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Padanglawas Utara (Paluta) tersebut tewas. Sebagaimana berita sebelumnya tewasnya Irwansyah diduga diawali saling rebutan pelayan wanita di sebuah kafe di Jalan Terminal Baru Pandan, Tapteng dengan seorang pria lainnya. Saat itu korban dan pelaku dalam keadaan pengaruh minuman keras.Tanpa diketahui apa penyebabnya, korban dan pelaku tiba – tiba saja bertengkar dan dilanjutkan adu fisik. Ternyata keributan itu tak sampai disitu saja.Keduanya kemudian melanjutkan perkelahian di luar kafe.Namun kali ini,pelaku ditemani seorang temannya. Perlu diketahu saat itu teman pelaku yang ada di kafe sebanyak enam orang. “Setelah puas melampiaskan amarah,para pelaku dan oknum polisi tersebut langsung melarikandiri meninggalkan lokasi kejadian. Saya bersama beberapa orang teman pelayan kafe,kemudian membawa korban ke rumah sakit.Namun, belum tiba di rumah sakit,korban sudah tidak bernyawa lagi,”kata saksi mata kepada media yang minta namanya tak ditulis. Sebelumnya saksi ini juga memberikan keterangan di Polsek Pandan di dampingi orang tuanya dan kerabatnya seorang anggota TNI, Rabu 25 Januari 2012. Saksi juga menduga, sebelum kejadian, oknum polisi tersebut terlihat minum bersama dengan para pelaku pengeroyokan. “ Kenapa saya katakan seperti itu,karena ketika rekan korban hendak menolong, oknum polisi tersebut terkesan menghalang - halangi dengan menarik baju rekan korban sembari menodongkan pistol. Saat ditarik itu,baju rekan korban itu terkoyak,”bebernya. Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patria Negara didampingi Kapolsek Pandan, Iptu Edi Sidauruk di Mapolsek Pandan berjanji akan terus mendalami keterlibatan Briptu P dalam kasus ini.“Kita masih mengumpulkan bukti - bukti guna pendalaman kasus.Kalau oknum tersebut terbukti bersalah, akan kita proses hingga pengadilan,”tegas Dicky. Hingga kemarin, Polsek Pandan belum berhasil menangkap dua pelaku pengeroyokan. Namun sudah memintai keterangan delapan orang saksi. Mereka yakni pengusaha kafe, pelayan kafe, rekan korban termasuk Briptu P.(sindo)
BERITA TERKAIT:
|