
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Rebutan Wanita Cantik, Bendahara PU Paluta Tewas Dikeroyok di Tapteng
TAPANULI TENGAH(EKSPOSnews): Akibat diduga saling rebutan pelayan wanita di sebuah
kafe di Jalan Terminal Baru (Batu Mardinding), Kecamatan Pandan,
Tapteng, Bendahara Dinas Pekerjaan Umum (PU) Padanglawas Utara Irwansyah
Nasution tewas setelah dikeroyok dua pria, dini hari Selasa 24 Januari 2012.
Xolisi sudah mengetahui identitas kedua pelaku tersebut, dan kini dalam pengejaran petugas. Sementara tujuh orang sudah diperiksa sebagai saksi. Mereka dimintai keterangan di Mapolsek Pandan. Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Dicky Patrianegara saat berada di Mapolsek Pandan untuk mengetahui kejadian tersebut menegaskan, peristiwa pengeroyokan itu diduga berawal dari pelaku dan korban saling rebutan pelayan wanita dari kafe tersebut. Menurut Dicky, polisi tidak tinggal diam dalam kasus ini. Saat ini anak buahnya terus memburu kedua tersangka yang sudah diketahui identitasnya. Sedangkan Kapolsek Pandan Iptu Edy Sidauruk membenarkan peristiwa pengeroyokan itu.“Kita sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi – saksi,”katanya. Meski begitu dia belum dapat memberi penjelasan penyebab pasti perkelahian tersebut. “Itulah sekarang yang sedang kita dalami,sementara nama kedua pelaku sudah kita kantongi,”tukasnya. Saat korban tidak berdaya, warga lalu membawanya ke RSUD Pandan.Namun nyawanya tidak tertolong lagi. Saksi mata pelayan kafe Tia, 25, mengatakan, kejadian pengeroyokan bermula saat seorang pelaku yang sengaja dirahasiakan polisi identitasnya dan korban sedang berjoget di tengah – tengah kafe. Saat itu korban dan pelaku dalam keadaan pengaruh minuman keras.Tanpa diketahui apa penyebabnya, korban dan pelaku tiba – tiba saja bertengkar dan dilanjutkan adu fisik. Ternyata keributan itu tak sampai disitu saja.Keduanya kemudian melanjutkan perkelahian di luar kafe.Namun kali ini, pelaku ditemani seorang temannya.Perlu diketahu saat itu teman pelaku yang ada di kafe sebanyak enam orang. Sementara salah seorang teman pelaku disebut-sebut bertugassebagaianggotaPolairudberusaha mencegah terjadinya perkelahian. “Setelah korban tidak berdaya,warga lalu memberikan pertolongan,namun setibanya di RSUD Pandan korban sudah tidak bernyawa lagi,”kata Tia. Sedangkan saksi mata lainnya R.Siahaan,35, menerangkan, sebelum kejadian perkelahian, kedua pelaku bersama teman - temannya sudah memperlihatkan perilaku yang tak bersahabat saat di kafe.”Mereka mungkin sudah sangat dipengaruhi minuman keras,” sebut Siahaan. Terkait adanya anggota Polairud di lokasi kejadian, Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara berjanji akan menyelidikinya.“ Terkait adanya dugaan keterlibatan oknum aparat Polairud, sedang dalam penyelidikan guna membuktikan kebenaran informasi tersebut. Sebab dari informasi sementara, oknum Polairud tersebut berusaha untuk melerai,” tandasnya.(sindo)
BERITA TERKAIT:
|