
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Waduh.....Peralatan Karaoke Ditemukan di Ruang Tahanan Lapas Tanjunggusta
MEDAN(EKSPOSnews): Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusian
Sumut Baldwin Simatupang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rutan
Tanjung Gusta, Sabtu 14 Januari 2012 dini hari.
Hasilnya cukup mengejutkan, petugas mendapati sabu-sabu serta alat hisapnya, juga separangkat alat karaoke dari ruang tahanan. Saat sidak, tim yang dipimpin Baldwin memang hanya melakukan penggeledahan di tiga blok,dari sembilan blok pidana umum. Sedangkan enam lagi tidak dilakukan pemeriksaan. Petugas membongkar setiap sudut dan ruang lainnya di dalam sel di tiga blok tersebut. Petugas memang sudah mencurigai di dalam blok tersebut beberapa tahanan masih mengonsumi narkoba jenis sabusabu. “Razia ini hanya menghasilkan barang bukti alat hisap, sedikit narkoba, dan perangkat hiburan karaoke tanpa pemilik,” jelas Baldwin. Pada sidak itu, petugas sempat memanjat ke atas atap untuk mencari barang-barang terlarang.Namun, tidak menemukan lebih dari apa yang didapat di atas. Penggeledahan di tiga blok ini disebabkan kerap ditemukan alat untuk menghisap narkoba jenis sabu-sabu. Selain sabu-sabu dan seperangkat alat karaoke, dari tiga blok tersebut ditemukan juga telepon seluler, televisi, dvd player. Bahkan, ada ikat pinggang sipir juga ditemukan di bawah tempat tidur tahanan. Sayangnya pada sidak itu,Baldwin tidak menyebutkan berapa berat sabu-sabu yang berhasil diamankan. Selain itu,petugas juga tak mengamankan satupun tahanan karena tidak ada yang mengakui barang tersebut miliknya. “Barang terlarang yang ditemukan akan disita untuk dijadikan barang bukti. Pihak yang terkait dengan tindak kriminal akan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum,” jelasnya. Sementara itu,Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Muslim Muis mengatakan, selama ini tidak ada tindakan tegas dan pengawasan ketat dilakukan di Rutan Tanjung Gusta.Apabila pengawasan ketat dilakukan,maka barang-barang dilarang masuk seperti itu tidak bisa lolas begitu mudah. “Pintu masuknya cuma satu. Kalau dimaksimalkan pengawasan, tidak akan masuk. Pengawasan masih lemah. Begitu juga penindakan terhadap oknum yang ikut bermain belum tegas. Inilah kesalahan selama ini,” ujar Muslim Muis Terpisah Wakil Ketua DPRD Sumut Sigit Pramono Asri mengatakan, selain pengawasan yang lemah, narkoba merupakan lingkaran bisnis yang menggiurkan siapa saja. Tak tertutup kemungkinan, termasuk oknum petugas lapas maupun rutan yang bekerjasama ikut membantu kelancaran bisnis haram tersebut. Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu turut sertanya petugas lapas atau rutan tak lepas dari rendahnya gaji yang mereka terima setiap bulannya. Sementara beban kerja yang mereka hadapi penuh dengan tanggungjawab dan resiko yang besar terhadap dirinya. “Tidak hanya pengawasan saja lemah, tapi didukung oknum yang bertugas melancarkan bisnis yang menggiurkan ini.Apalagi pengawasan lemah membuat peluang itu semakin terbuka,”jelasnya ketika dihubungi SINDO,tadi malam. Seharusnya,kata dia, jika lapas atau rutan sudah terindikasi mudahnya masuknya baram haram ke dalam, maka pengawasan harus diperketat lagi. “Apalagi ini sudah menjadi tren nasional,”sebutnya. Dia mengharapkan apa yang dilakukan Wakil Menteri Hukum dan HAMDenny Indrayana maupun Satgas Anti Mafia Hukum beberapa waktu lalu bisa dilanjutkan pengawasannya. Dikhawatirkan apabila dibiarkan begitu saja, maka oknum sipir itu akan membuat jaringan tersendiri. “Razia, penggerebekan jadi gerakan konsisten. Tindak tegas mereka yang membantu atau membekingi jaringan bisnis narkoba.Apakah dipecat, di-nonjob-kan,dan sebagainya. Cari yang lebih semangat,muda, lincah,gesit dan lainnya.Jangan sampai membuat jaringan sendiri,”ungkapnya. Sejauh yang diketahuinya, lapas atau rutan kini menjadi lokasi yang aman untuk mengendalikan atau menjalankan bisnis narkoba. Sebab, selain aman juga tertutup. Masyarakat tidak mengira akan terjadi bisnis seperti itu di sana. Namun, itu berbeda dengan apa yang terjadi saat ini. Untuk mengatasi masalah itu tentunya dilakukan perbaikan segala arah. “Tingkatkan pendapatan mereka (petugas sipir) jangan hanya PNS,TNI dan Polri saja. Bentuk karakter, emosional, psikologis spiritual.Tidak hanya keterampilan fisik saja. Mental yang kuat menjadikan petugas lapas berbuat lebih baik lagi,”pungkasnya.(sindo)
BERITA TERKAIT:
|