Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Hati-Hati! Nasabah BCA Jadi Incaran Penipu ATM
    DENPASAR (EKSPOSnews): Seorang nasabah Bank Central Asia (BCA) yang berdomisili di Kuta, Bali, diduga menjadi korban komplotan penipu dan penguras kartu ajungan tunai mandiri (ATM).

    "Saya mengalami kerugian sekitar Rp40 juta akibat aksi penipu yang telah memperdaya saya dengan berpura-pura menjadi petugas call center BCA Denpasar," kata Made Suparsa, korban penipuan komplotan penguras ATM saat dihubungi dari Denpasar, Senin 26 Desember 2011.

    Dia mengaku, kejadian yang menimpanya itu terjadi Minggu (25/12) pagi di sekitar kawasan pusat perbelanjaan Pepito, Kuta.

    Suparsa menjelaskan, saat itu dirinya akan mengambil uang di ATM BCA yang berada di pusat perbelanjaan tersebut, namun setelah kartu dimasukkan ternyata mesin tidak berfungsi sehingga "tertelan".

    Karena merasa frustasi dan panik, ungkap dia, dirinya tanpa berpikir panjang menghubungi nomor di stiker yang tertempel di bawah layar monitor.

    "Saya menghubungi nomor yang dikira 'call centre' bank itu. Saat dihubungi nomor itu ada seseorang yang mengaku sebagai petugas dari BCA Denpasar," ujarnya.

    Suparsa menambahkan, orang yang mengaku petugas tersebut mencoba mengarahkan dirinya supaya bisa mengambil kembali kartu ATM yang "tertelan" mesin.

    Setelah berkali-kali dicoba ternyata gagal, hal itu membuat dirinya semakin merasa frustasi. "Di tengah kondisi itulah tanpa saya sadari telah menyerahkan nomor pin ATM kepada petugas gandungan itu, padahal seharusnya saya tidak boleh menyebutkan kepada siapapun," katanya menyesal.

    Suparsa mengatakan, menyadari dirinya menjadi korban penipuan setelah menghubungi "call centre" yang tertera di layar monitor, lalu melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian sesuai anjuran dari petugas layanan telepon itu.

    "Kasus tersebut telah saya laporkan ke Polsek Kuta, dengan nama korban Ni Kadek Dartini yang tidak lain istri saya. Karena kartu ATM yang saya gunakan saat itu adalah atas nama istri," ucapnya.

    Dia menambahkan, dirinya akan segera menyerahkan laporan tersebut pada saat ini tetapi karena bank masih tutup maka rencananya Selasa (27/12).

    Sementara itu pihak BCA tidak dapat dikonfirmasi terkait kasus pengurasan ATM milik salah seorang nasabah tersebut.(antara)


    Share |
    BERITA TERKAIT:
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!