Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Diduga Malapraktik, Ibu Melahirkan Tewas di Siantar
    Jansen
    Suasana di rumah duka, ibu mau melahirkan diduga korban malparktek
    PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Ranimawarni br Turnip (30), seorang ibu yang mau melahirkan anaknya, meninggal dunia, Minggu 18 Desember 2011.

    Diduga menjadi korban malpraktek, suami korban, Ando Sihombing (35), melaporkan kejadian ini ke Polres Pematangsiantar, Selasa 20 Desember 2011. Warga Rantau Prapat, Labuhan Batu ini menilai jika resiko kematian istrinya bisa dicegah jika Bidan R Manarung menangani persalinan dimaksud, dan tidak mewakilkan penanganannya pada anggota dan putrinya sendiri.

    Saat ditemui di acara pengebumian korban di rumah duka, Jalan AMD Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Ando mengaku meminta pertanggungjawaban bidan tersebut.

    Keterangan dari kakak iparnya, Rina br Turnip (44), menuturkan korban pada Minggu 18 Desember 2011, sekira pukul 10.00 WIB, mengaku merasakan sakit pada bagian perut, sehingga merasa sudah saatnya untuk melahirkan anak ke empatnya. Korban langsung dibawa ke rumah R Manurung di Jalan Medan km 4,5, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Timur, ditemani suaminya, dan adik kandungnya, Saut Maruli Turnip (26).

    Setelah ditangani, bidan memprediksi kelahiran sekitar pukul 16.00 WIB, lalu menyarankan korban didampingi suaminya berjalan-jalan disekitar rumah. Namun sekitar pukul 14.00 WIB, korban merasakan sakit lagi dibagian kemaluannya. Justru bidan keluar rumah untuk menghadiri undangan pesta pernikahan.

    Anehnya, Delvi br Sitorus (28) yang mengaku anak dari R br Manurung bersama seorang perawat, langsung menangani korban. Delvi yang diketahui bidan ini memberitahu saatnya Ranimawarni melahirkan.

    Akhirnya bayi berjenis kelamin laki-laki berhasil keluar dari rahim korban, dengan berat badan 4 kg dengan panjang 45 cm. Delvi memerintahkan perawat untuk mengeluarkan ari-ari dari rahim korban, namun lebih dari setengah jam, tak kunjung keluar.

    Perawat yang identitasnya sengaja dirahasiakan keluarga R Manurung itu menekan perut korban berulang-ulang. Namun bukannya ari-ari keluar, tapi darah. Anehnya, Delvi menilai itu hal biasa, dan setelah ari - ari keluar, lalu memerintahkan perawat menjahit alat vital korban.

    Satu jam setelah persalinan, korban tiba-tiba saja mengeluhkan sakit dan perih pada bagian rahim dan alat vital. Delvi sempat diminta untuk menghubungi ibunya, namun ia beralasan, rasa perih itu masih biasa pada orang yang baru melahirkan.

    Sementara R br Manurung yang tiba di rumah, tidak banyak berbuat dan hanya memeriksa kembali keadaan Ranimawarni serta bayinya.
    Akhirnya Saut Maruli Tua Turnip  berinisiatif membawa kakaknya ke rumah sakit dengan menumpang angkutan kota (angkot). Bidan sempat enggan memberi ijin, karena tetap ngotot kalau kondisi korban tidak apa-apa.

    Naas, sekitar pukul 17.45 WIB sebelum tiba di rumah sakit Horas Insani Pematangsiantar, korban meninggal dalam perjalanan. Hal itu diketahui setelah dokter rumah sakit memvonis, kalau korban sudah tidak bernyawa.

    Kasubag Humas Polres Pematangsiantar, AKP Altur Pasaribu mengaku, pihaknya masih tahap penyelidikan. Dia juga membantah kedatangan polisi, Selasa 20 Desember 2011, ke rumah R br Manurung bukan untuk mengamankan, namun memintai keterangan. (js)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!