
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Polisi Baku Tembak Dengan Enam Perampok di Taput, Satu Tertangkap
TARUTUNG(EKSPOSnews): Enam perampok bersenjata api terlibat baku tembak dengan aparat Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Utara (Taput) yang menyergap mereka di kawasan Adiankoting, Taput, Selasa 6 Desember 2 011 malam.
Dalam baku tembak itu, seorang anggota kawanan perampok bernama Baldwin Manalu, 47,warga Bunturaja,Adiankoting, tertembak di bagian punggung, dan digiring ke kantor polisi. Sedangkan lima rekannya kabur masuk ke hutan Adiankoting yang bersebelahan dengan Desa Parbubu,Kecamatan Tarutung. Hingga Rabu 7 Desember 2011 malam, polisi dibantu TNI dan warga serta mengerahkan dua anjing pelacak masih mengejar kawanan itu. Aksi tembak menembak yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu membuat suasana di kawasan tersebut mencekam. Warga yang bermukim di Lapo Gambiri dan di sepanjang Jalan Sibolga, Adiankoting, menutup pintu rumah rapat-rapat karena takut terkena sasaran tembakan. “Kami terus melakukan pengejaran, bahkan sejak tadi malam , saya sudah perintahkan personel untuk tidak menghentikan pencarian sebelum ada hasil yang maksimal,” kata Kepala Polres (Kapolres) Taput Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wijadmika kepada di Tarutung, Rabu 7 Desember 2011. Wijadmika yang memimpin langsung penyergapan kawanan perampok itu mengungkapkan, lima perampok yang melarikan diri ini sangat membahayakan keselamatan warga karena memegang dua senjata api dan senjata tajam. “Kami meminta warga untuk berhati-hati, terlebih lagi para pengendara yang melintas dari kawasan jalan Sibolga. Jika ada orang yang mencurigakan segera laporkan ke polisi terdekat,”imbuhnya. Kawanan perampok ini diduga kuat memiliki keterkaitan dengan sejumlah aksi perampokan di Taput,termasuk pencurian uang Rp160 juta dari salah satu saudagar kemenyan asal Pahae,Taput.“Itu dugaan kami. Aksi kejahatan terakhir mereka menggasak uang Rp23 juta dari korbannya,”tandasnya. Keenam pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza BK 1182 MR menghadang mobil pikap bermuatan barang pecah belah di Jalan Tarutung-Sibolga, tepatnya di Desa Dolok Nauli Adiankoting. Sopir truk Faisal, 31; dan kernet bernama Ryan Andhika, 22, keduanya warga Pematangsiantar, ditodong senjata api dan senjata tajam. Pelaku kemudian mengikat dan melakban mulut pedagang telur tersebut sebelum akhirnya membuang korban di lokasi kejadian. Beruntung, seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Adiankoting melintas dan melihat kedua korban. Faisal pun menceritakan kejadian yang dialaminya serta menyebutkan pelaku kabur ke arah Tarutung. Seketika itu pula informasi tentang ciri-ciri pelaku disebarkan dan aparat Polres Taput memantau di kawasan yang diduga dilintasi kawanan itu. Belakangan, polisi yang berjagaj-aga di Desa Sihobuk, dekat kantor Pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pearaja, melihat mobil yang mencurigakan berhenti tiba-tiba beberapa meter dari barikade polisi. Saat ditemui di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Tarutung, tersangka Baldwin Manalu, mengatakan,saat melihat barikade polisi, mereka langsung berputar arah ke arah Sibolga. “Teman saya yang menyetir langsung memutar balik arah mobil dan polisi datang mengejar. Saya yang duduk di belakang, akhirnya terkena tembakan di punggung,“ katanya. Beberapa saat kabur, mereka turun dari mobil dan lari masuk ke hutan “Begitu Saya tertembak, semua teman berusaha menyelamatkan diri masing- masing. Saya saja sampai terinjak teman yang berusaha keluar dari mobil.Saya berusaha lari, tapi terjatuh karena tidak sanggup lagi. Saya pun akhirnya menyerahkan diri ke polisi, sedangkan teman-teman saya lari,”katanya. Dipaparkan Baldwin, sebelum beraksi, awalnya mereka berangkat dari Siborong-borong menuju arah Sibolga. Sewaktu berada di Desa Dolok Nauli, mereka melihat mobil pikap datang dari Sibolga menuju Tarutung. “Melihat mereka membawa pikap dengan barang-barang dagangan, kami pun memutar arah untuk membuntuti, dan akhirnya mencegat dengan cara menghadang mobil mereka. Kami turun dan langsung menodongkan parang dan senjata rakitan kepada kedua orang itu dan mengambil uang mereka,“ tukasnya. Baldwin mengaku dialah yang mengikat tangan kedua korban sebelum akhirnya ditinggalkan di jalan. Sementara pelaku lainnya menodongkan senjata dan mengambil uang korban.Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, petugas yang mendapat laporan dari masyarakat langsung melakukan pengejaran. “Saat dikejar, pelaku menembaki petugas dan langsung dibalas,” paparnya. Heru memastikan pengejaran terhadap lima pelaku masih terus dilakukan dengan melibatkan satuan wilayah yang berbatasan dengan Polres Taput,yakni Polres Tapteng dan Sibolga.Dia mengungkapkan, identitas kelima pelaku yang kabur masukke hutan sudah diketahui. (sindo)
BERITA TERKAIT:
|