
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
2 Petugas Jembatan Timbang di Jambi Tertangkap Tangan Melakukan Pungli
JAMBI (EKSPOSnews): Dua petugas jembatan timbang di Jambi yakni Zairin dan Saparudin, kini terancam diberhentikan karena tertangkap tangan melakukan pungutan liar dari sopir truk. Kepala UPTD Jembatan Timbang Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Amsarnedi mengatakan Dinas Perhubungan akan menindak tegas dua petugas yang melakukan pungutan liar terhadap pengusaha dan pengemudi angkutan barang. "Dua petugas jembatan timbang di Muara Tembesi itu tertangkap tangan oleh pihak kepolisian saat melakukan pungutan liar (pungli)," katanya di Jambi, Selasa 22 November 2011. Dua orang petugas jembatan timbang di Muara Tembesi kini ditahan di Polres setempat karena kedapatan sedang bernegosiasi dengan lima pengemudi truk angkutan barang. Ia menyebutkan, dua petugas jembatan timbang itu akan menjalani proses hukum di kepolisian dan akan diberi sanksi oleh Dinas Perhubungan. Sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) No.54 tentang kedisiplinan pegawai, kedua oknum petugas itu akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku, dan tidak menutup kemungkinan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia mengatakan, di Provinsi Jambi terdapat empat jembatan timbang, tiga di antaranya sudah menggunakan sistim komputer, dan satu masih manual. Tiga jembatan timbang sistim komputer itu berlokasi di Muarojambi, Muara Tembesi dsn Sarolangun, sementara satunya lagi yang manual berda di Sungai Penuh. Ia menegaskan, tidak ada kutipan bagi kendaraan saat melakukan penimbangan, kecuali bagi kendaraan yang melebihi tonase. Ada tiga sanksi yang harus diterima bagi truk yang melebihi tonase yakni tilang, bongkar dan kembali ke asal bila kelebihan muatan di atas toleransi atau dispensasi lima persen. "Jembatan timbang sistim komputer sudah tidak ada celah lagi untuk pungli, dan kalau pun masih ada, itu murni mental petugas yang harus diberi sanksi tegas," kata Amsarnedi.(antara)
BERITA TERKAIT:
|