Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Baru 9 Dari 11 Imigran Afganistan yang Kabur di Pantai Cermin Ditangkap
    MEDAN(EKSPOSnews): Kepala Divisi Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Wilayah Sumatera Utara, Bambang Widodo mengatakan, sudah sembilan orang dari jumlah sebelas imigran gelap yang kabur di Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, berhasil ditangkap.

    "Imigran gelap tersebut, saat ini dititipkan di Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Medan," kata Bambang Widodo saat dihubungi di Medan, Minggu, 20 November 2011.

    Sebelumnya, sekitar 11 orang dari jumlah 89 imigran gelap yang sedang melaksanakan rekreasi di Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (17/11) kabur dengan cara melompat pagar pembatas di lokasi objek wisata tersebut.

    Kaburnya orang asing tersebut, baru diketahui setelah dilakukan pembagian jatah makanan terhadap mereka. Yang sebelumnya jumlah orang asing itu mencapai 89 orang, ternyata setelah dihitung tinggal 78 orang lagi, dan 11 orang menghilang tidak diketahui ke mana.

    Imigran gelap tersebut berada di Pantai Cermin, difasilitasi oleh NGO asing.

    Bambang mengatakan, sembilan orang asing yang berhasil ditangkap itu, beberapa orang di antaranya Abdul Rahman, Abu Fazal, Yasin, Muhammad Reza, Aziz Ullah dan Moh Raza.

    Selanjutnya, dua orang lagi imigran gelap yang kabur itu, terus diburu hingga berhasil ditangkap kembali. Pihaknya telah memerintahkan dua orang pegawai Rudenim Medan dan bekerja sama dengan aparat kepolisian terus mencari imigran yang menghilang itu.

    "Pokoknya dua imigran gelap yang belum ditemukan itu harus secepatnya ditangkap dan jangan dibiarkan berkeliaraan di luaran," kata Bambang yang juga mantan Kepala Imigrasi Banda Aceh.

    Dia mengatakan, ditangkapnya sembilan imigran gelap tersebut, merupakan hasil pencarian yang dilakukan petugas Rudenim Medan, sejak hari Kamis hingga Sabtu.

    Imigran gelap yang menghilang itu, sempat dilakukan penyisiran di Pantai Cermin, terminal Amplas Medan dan sejumlah lokasi lainnya yang dianggap dijadikan tempat bersembunyi orang asing tersebut.

    Kehadiran imigran gelap itu di Medan, merupakan pencari suaka yang melintasi Indonesia dengan tujuan Australia.

    "Jadi, imigran gelap tersebut, hanya kebetulan melintas di daerah ini," kata Bambang.

    Ketika ditanya mengenai dua imigran gelap yang belum ditemukan itu, Bambang mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih terus mencari. Bagi masyarakat yang mengetahui dan melihat orang asing itu dapat melapor ke petugas Imigrasi Medan.

    "Cepat atau lambat, imigran gelap tersebut harus dapat ditangkap. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab Imigrasi," kata Bambang.

    Sementara itu, data yang diperoleh menyebutkan, jumlah imigran gelap yang sedang rekreasi di Pantai Cermin itu sebanyak 89 orang, terdiri dari Afghanistan (57 orang), Myanmar (24 orang) dan Sri Lanka (8 orang).(antara)


    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!