
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pembunuhan Kho Awie dan Dora Halim di PN Medan, 19 Peluru Tembus Mobil
MEDAN(EKSPOSnews): Dua unit mobil yang dijadikan barang bukti dalam perkara pembunuhan pasangan suami istri Kho Wie To alias A Wie,40,dan Dora Halim,28,dihadirkan dalam persidangan lanjutan kasus ini di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa 15 November 2011.
Pantauan di bagian depan mobil milik korban,Chevrolet Captiva dengan nomor pelat 333 TO,tampak 19 lubang bekas peluru. Selainitu,dijokbagian kiri atau tempat duduk Dora Halim saat ditembak hingga tewas pada Selasa (29/3) malam, terlihat dua lubang masing-masing di bagian atas jok (kepala) dan tengah (bagian dada). Sementara di jok supir terdapat satul ubang di bagian atas. Dibangku tengah terdapat satu lubang. Kuat dugaan pasangan suami istri ini ditembak dari dekat hingga tewas sehingga peluru bisa menembus jok. Selain itu,kaca depan mobil juga terlihat retak sedangkan kaca di sampingnya pecah.Pecahan kaca juga terlihat berserakan di dalam mobil.Kondisi ini menunjukkan pasangan ini dibunuh dengan cara yang sangat sadis. Dalam persidangan yang diketuai majelis hakim ET Pasaribu kemarin juga turut dihadirkan saksi Edwin selaku karyawan Oto Raya, perusahaan tempat terdakwa Ang Ho merental mobil.Dalam kesaksiannya, Edwin mengatakan Ang Ho datang menyewa mobil Kijang Innova berwarna silver selama dua hari tanpa sopir. “Ang Ho datang untuk menyewa mobil.Tahunya Ang Ho ketika menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan membayar melalui kartu kredit atas nama dia langsung.Begitu dipulangkan, mobil itu dijemput di JW Marriot,”tegasnya. Saksi lainnya, Syafri Sembiring, yang merupakan salah satu tetangga korban mengatakan, dia melihat ada empat orang berdiri di depan rumah korban sepulang dari menarik becak. “Ada jugaduaunitsepedamotor. Namun, saya tidakmelihatmerekamemegang senjata dan wajahnya karena pakai helm.Bentuk tubuhnya juga tidak lihat,”jelasnya. Setelah sampai di rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban, dia langsung makan. Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan mirip petasan yang dibakar secara bergandengan. Dia pun keluar untuk melihat. Dua dari empat eksekutor sempat mengusirnya pergi. “Saya melihat dari jarak 10 meter. Saya tidak mengenali dan melihatnya apakah pegang senjata atau tidak.Mereka meminta saya pergi, jadi saya langsung lari,”tandasnya. (sindo)
BERITA TERKAIT:
|