
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
BNN Tambah Pendeteksi Narkotika di Bakauheni
KALIANDA (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional akan segera menambah alat pendeteksi narkotika psikotropika dan bahan adiktif (narkoba) yang lebih canggih di Pelabuhan Bakauheni pada tahun 2012. "Alat ini untuk mengoptimalkan pemeriksaan penyelundupan narkoba melalui Pelabuhan Bakauheni," kata Kepala Badan Narkotika Provinsi Lampung, Heri Sulianto, di Kalianda, Senin 24 Oktober 2011. Ia mengatakan, pengadaan alat tersebut telah diusulkan dalam rapat koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) beberapa waktu lalu. "Hasilnya pengadaan alat canggih tersebut akan direalisasikan pada tahun depan," ujarnya. Namun, katanya sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan alat pendeteksi itu berupa sensor atau sinar X karena pengadaannya oleh pusat. "Anggaran yang dibutuhkan pun kami belum mengetahuinya yang penting nantinya tersedia di Bakauheni," katanya. Menurutnya, pengadaan alat tersebut mutlak dibutuhkan sebagai pengganti alat yang ada saat ini, karena selain manual juga banyak yang sudah usang sehingga tidak maksimal. "Meskipun ada anjing pelacak namun perlu dukungan alat tersebut agar lebih efektif dan efisien," imbuhnya. Masih kata Heri, keberadaan alat sekarang ini masih memungkinkan adanya narkoba yang lolos pemeriksaan sehingga perlu diminimalisasi dengan peralatan lebih canggih. Ia menambahkan, perlintasan narkoba dari Sumatera ke Jawa sangat tinggi sehingga perlu diimbangi dengan alat-alat mumpuni karena jika sampai lolos maka peredaran narkoba di Pulau Jawa meningkat terutama Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, Kepolisian Resor Lampung Selatan menyita sebanyak 1,562 ton ganja dan enam kilogram sabu-sabu di Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Merak Banten. "Narkotika golongan satu ini ditangkap oleh Kepolisian Resor Kawasan Pelabuhan atau KSKP dan petugas 'seaport interdiction' secara terpisah dengan jangka waktu sembilan jam," ungkap Kapolda Lampung Brigjen Sulistyo Ishak, di Kalianda, Lampung Selatan, Senin. Ia mengungkapkan, dalam keterangan resminya, di Mapolres Lampung Selatan, penangkapan pertama berupa 1,562 ton ganja pada Minggu malam (23/10) pukul 18.00 WIB yang diangkut dengan mobil jenis colt diesel F 8909 UK. Kemudian, untuk sabu-sabu enam kilogram ditangkap pada Senin dini hari pukul 03.00 WIB dari M Muklys (20) warga Jalan Murni II Nomor 05 Taman Mas Merah, Batuberendam, Malaysia dan Amir Smyar (20) warga Jalan Kampung Gapis Kampung Nyalas, Asahan Malaka Malaysia. (antara)
BERITA TERKAIT:
|