
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Keamanan Penumpang di Angkot Medan Masih Mengkhawatirkan
MEDAN(EKSPOSnews): Keluarga Besar Sopir dan Pemilik Kendaraan Sumatera Utara menilai
sistem pengamanan penumpang angkutan kota di Medan hingga kini masih
belum maksimal.
"Kejahatan susila di dalam angkot (angkutan kota) di Medan memang belum pernah terjadi, tetapi kasus pencopetan dan pencurian masih saja terjadi," kata Sekretaris Jenderal Keluarga Besar Sopir dan Pemilik Kendaraan (Kesper) Sumatera Utara Israel Situmeang di Medan, Rabu, 21 September 2011. Menurut dia, aksi copet dan pencurian terhadap penumpang di dalam angkot diperkirakan minimal lima kali terjadi dalam satu hari di kota itu. Kasus copet dan pencurian terhadap penumpang sering dikeluhkan oleh para sopir, tetapi hingga kini belum ditangani secara lebih optimal dan berkesinambungan oleh pihak keamanan setempat. Aksi copet dan pencurian tersebut menunjukkan bahwa sistem keamanan dan pengamanan di dalam angkot di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara itu masih belum berjalan maksimal. Pengelolaan sistem keamanan dan pengamanan penumpang di dalam angkot, lanjut Israel, sepenuhnya merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat. Dia menolak anggapan yang menyebutkan aksi kejahatan di dalam angkot serta merta dipicu oleh sikap tidak peduli para sopir dan bahkan sarat dengan konspirasi antara pelaku kejahatan dengan sopir angkot. "Keamanan penumpang di dalam angkutan umum bukan sepenuhnya tanggung jawab sopir, melainkan tugas dan kewenangan dari kepolisian dan dinas perhubungan setempat" tambahnya. Bila terjadi aksi kejahatan yang merugikan penumpang di dalam angkot, katanya, sopir dari angkot yang bersangkutan tidak bisa serta merta dipersalahkan. Dalam upaya meminimalisir aksi kejahatan di dalam angkot, dia berharap kepada Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan agar menambah jumlah personel yang khusus bertugas dan bertanggug jawan terhadap pengamanan penumpang di dalam angkot. Jumlah mobil armada angkot di Medan saat diperkirakan mencapai lebih dari 12 ribu unit dan melayani penumpang untuk 88 trayek. Untuk lebih mengefektivkan tugas aparat kepolisian dalam memantau aktivitas armada angkot, menurut dia, di sejumlah ruas jalan raya, perempatan dan terminal kota itu perlu dipasang kamera pemantau atau CCTV. Pemasangan CCTV pada sejumlah titik di jalan raya, perempatan jalan dan terminal angkot mendesak direalisasikan di kota berpenduduk sekitar 2,8 juta jiwa itu. Medan sebagai kota yang sedang berbenah menuju metropolitan, katanya, harus didukung sistem keamanan dan pengamanan transportasi yang baik guna memberi rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jasa angkutan umum(an)
BERITA TERKAIT:
|