Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Polda Bengkulu Selidiki Penembakan Harimau Sumatra
    BENGKULU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Bengkulu mengusut penembakan satu Harimau Sumatra (Phantera tigris Sumatrae) yang diduga dilakukan anggota Polsek Girimulya Kabupaten Bengkulu Utara.

    "Sudah ditangani Propam Polda karena yang melakukan penembakan diduga anggota Polsek Girimulya," kata Direktur Reskrim Polda Bengkulu Kombes Pol Sunanto di Bengkulu, Sabtu.

    Kombes Sunanto mengatakan pengusutan kasus tersebut dilakukan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

    Sebelumnya Kepala BKSDA Bengkulu Amon Zamora mengatakan masih menyelidiki penembakan satwa dilindungi di perbatasan Kabupaten Bengkulu Utara dengan Lebong tersebut.

    "Petugas kami masih berusaha mencari barang bukti bangkai harimau itu karena itu kunci utamanya," katanya.

    Ia mengatakan penembakan harimau yang diduga terjadi pada Minggu (12/6) itu tidak akan bisa ditindaklanjuti jika tidak ada buktinya.

    Petugas BKSDA dan kepolisian tetap mengusut kasus tersebut meski diduga pelaku penembakan adalah anggota Polkse Girimulya Kabupaten Bengkulu Utara.

    "Kami juga berkoordinasi dengan petugas di provinsi tetangga untuk mengawasi peredaran bangkai harimau itu," katanya.

    Beberapa titik yang diawasi yaitu Lubuklinggau Sumatra Selatan, Kota Agung, Lampung dan Pesisir Selatan Sumatra Barat.

    Dikira dievakuasi Masalah ini diketahui dari pengakuan Zainudin, warga Desa Air Limes Kecamatan Padang Bano Kabupaten Lebong.

    "Saya kira anggota polisi dari Polsek Giri Mulya itu mau menembak bius untuk mengevakuasi harimau, tapi ternyata ditembak sampai mati," kata Zainudin saat dihubungi dari Bengkulu.

    Zainudin mengatakan berita penembakan harimau itu mulai heboh saat Anggota DPRD Kabupaten Lebong melakukan jaring aspirasi atau reses ke desa mereka.

    "Saya juga tahu kalau harimau itu dilindungi, tidak bisa dibunuh, makanya saat anggota DPRD reses ke Lebong saya laporkan," tambahnya.

    Zainudin mengatakan kronologis kejadian berawal saat tiga orang yang diduga anggota Polsek Giri Mulya mendatangi rumahnya menanyakan keberadaan harimau yang membuat resah warga setempat.

    Tanpa pikir panjang, Zainudin langsung mengantar ketiganya ke kebunnya yang berjarak 500 meter dari desa dan menemukan harimau itu sedang" bersantai" di dekat gubuk tua.

    "Saya yang menunjukkan harimau itu karena saya kira akan diamankan. Saat kami temui, harimau itu berdiri tenang di dekat gubuk lama saya dan mereka langsung menembak dari jarak 10 meter," jelasnya.

    Tembakan yang dilepaskan kata Zainudin lebih dari empat kali sehingga harimau itu mati di tempat.

    Lalu, ketiga polisi itu memintanya mencari karung untuk mengangkut bangkai harimau tersebut.

    "Saya cari karung besar dan membawa bangkainya ke mobil warna biru yang dikendari polisi itu," tambahnya.

    Setelah memasukkan harimau ke mobil, salah seorang aparat tersebut memberikan uang Rp200 ribu kepadanya.

    Zainuddin mengatakan tidak mengerti dengan maksud pemberian uang itu tapi menerima dan menyerahkan ke masjid setempat sebesar Rp150 ribu.

    "Saya tidak tahu apa maksudnya tapi saya terima saja dan mereka bilang kalau ada yang nanya soal harimau bilang aja sudah diusir," tuturnya.(an)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!