Kamis, 17 April 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Sidang Tudingan Pengerusakan Kantor PDI-P Siantar Berlanjut
    Rabu, 20 April 2011 | 20:29:38

    PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews): Pengaduan kasus tudingan pengerusakan  kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kota Pematangsiantar, di Jalan Ahamad Yani no 121 Kecamatan Siantar Timur pada 18 Februari 2010 lalu terus berlanjut hingga ke Pengadilan Negeri (PN) setempat. Sebelumnya, kasus ini dilaporkan Wakil Ketua Pimpinan Ranting (PR) Kelurahan Toba, Anum Perangin-angin ke Polres Pematangsiantar.

    Dalam persidangan yang berlangsung, Rabu 20 April 2011, dengan agenda pemeriksaan saksi pihak pelapor, yakni Lingga Napitupulu mantan Ketua DPC PDI-P Pematangsiantar periode 2005-2010. Persidangan kali ini dipimpin Majelis Hakim, Mian Munthe.

    Dalam kesaksiannya, Lingga yang juga mantan Ketua DPRD Kota Pematangsiantar periode 2004-2099 ini mengatakan, perusakan kantor PDI Perjuangan Pematangsiantar dilakukan tiga terdakwa, yakni Henri Manurung, Subut M Sinaga, dan Marlon Sidabutar. Menurutnya, pengerusakan itu diakibatkan anggota menuntut pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab).

    Lingga mengakui, ada diperintahkan DPD PDI Perjuangan Sumut  untuk menggelar Konfercab, namun dirinya belum ada mengundang untuk melaksanakan kegiatan diamksud. Menurutnya, akibat perusakan itu, pintu depan, pintu tengah, dan kursi rusak. Sehingga kerugian yang ditimbulkan diperkirakan sekitar Rp 4 juta. 

    Salah seorang terdakwa, Henri Manurung, membantah semua tuduhan yang disampaikan Lingga Napitupulu. Dijelaskan, pada malam kejadian,  pintu  kantor dalam keadaan tertutup dan kondisinya sudah rusak. Henri menambahkan, pintu itu tidak pernah dikunci, dan kalau memang ingin dibuka harus dengan cara ditendang.

    Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haridarmawan, mengatakan, ketiga terdakwa diancam pasal 170 KUHP, yakni secara bersama-sama melakukan tindakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam pidana kurungan lima tahun enam bulan penjara. Rencananya sidang dilanjutkan Rabu depan, dengan agenda mendengarkan kesaksian terdakwa lainnya. (js).


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!