Jalinsum Wilayah Hukum Polres Asahan Rawan Lakalantas

Sabtu, 6 Maret 2010 | 06:06:30
Qayyum
AKP Budi Hendrawan
KISARAN (EKSPOSnews) : Selain banyak yang rusak, penerangan di malam hari jalan lintas Sumatra di Kabupaten Asahan dan Batubara tidak memadai. Akibatnya, sangat rawan akan kecelakaan lalulintas, tidak sedikit kenderaan beradu, bahkan hingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

Bahkan, kasus kecelakaan lalulintas di Jalinsum jauh lebih besar dibandingkan dengan di jalanan perkotaan maupun pedesaan.Demikian Kapolres Asahan AKBP Mashudi melalui Kasat Lantas AKP. M. Budi Hendrawan, Selasa (2/3) menjelaskan fenomena keberadaan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah hukum Polres Asahan, meliputi Kabupaten Asahan dan Batubara.

Dikatakan, kondisi Jalinsum saat ini cukup memprihatinkan. Karena, ruas badan jalan kebanyakan terlalu tinggi dari bahu jalan. Belum lagi kondisi tikungan dan kecilnya ruas jalan. Hal tersebut secara nyata menjadi aspek terbesar penyebab terjadinya kecelakaan lalulintas, selain unsur kelalaian pengemudi dalam mengawal kenderaan mereka.

Untuk itu Budi terus berharap, kondisi Jalinsum senantiasa menjadi perhatian bersama dari seluruh pihak terkait. Karena, keberadaan Jalinsum sangat penting bagi semua pihak dan yang lebih penting lagi, siapa saja bisa menjadi korban kecelakaan lalulintas, kapanpun dan dimanapun, termasuk di Jalinsum dengan kondisi sangat memprihatinkan seperti saat ini.

“Jalinsum di wilayah hukum Polres Asahan, mulai dari Kabupaten Batubara hingga Asahan ada sepanjang 120 Km. Sebagian besar dikelilingi perkebunan. Perhatian instansi terkait membangun sarana prasarana jalan, seperti cermin di tikungan tajam, berbagai rambu peringatan, agar pengendara merasa nyaman sangatlah penting,” terang Budi seraya menyatakan pihaknya juga sudah memasang rambu peringatan di 12 titik rawan.

Hal tidak kalah penting adalah, lanjut Budi, menjaga psikologi pengendara, agar tidak cepat bosan apalagi sampai berlomba cepat tiba di tujuan. Sikap itu bisa mempengaruhi berkurangnya kenyamanan di jalan raya. “Untuk itu, sangat baik jika pengendera juga memperhatikan situasi daerah dilalui,” ungkap Budi Hendrawan seraya menyatakan pihaknya tetap meningkatkan intensitas razia bagi pengendera yang tidak memiliki dokumen serta kelengkapan berkemudi, seperti STNK, SIM, spion, helm, safetybelt, menghidupkan lampu di siang hari bagi sepedamotor.

Mengenai angka kecelakaan lalulintas, Budi mengakui, dari tahun 2008 terus mengalami penurunan jumlah kasus. Tahun 2008, terjadi 210 kasus laka lantas dengan korban tewas 241 orang dan tahun 2009 hanya 152 kasus dengan korban tewas 163 orang. Dominasi lakalantas terbesar adalah sepeda motor. “Oleh karenanya, teruslah tertib belalulintas dan mari menjadikannya sebagai budaya,” ajak Kasat.(Qayyum)

BERITA LAINNYA
Tipu Menpora di Situs Jual Beli, Gemblo Ditangkap Polisi
Selasa, 2 September 2014 | 16:51:26
Polri Akan Panggil Korban Pencabulan Gubernur Riau
Selasa, 2 September 2014 | 16:44:04
Pembakar Lahan Harus Dihukum
Selasa, 2 September 2014 | 05:07:01
Di Tempat Karaoke Syahrini Polisi Temukan 860 Botol Miras
Selasa, 2 September 2014 | 04:20:11
Hartati Murdaya Bebas Bersyarat
Senin, 1 September 2014 | 17:33:48
Gubernur Riau Bantah Lakukan Perbuatan Asusila
Senin, 1 September 2014 | 17:30:00
DPR Uji 5 Calon Hakim Agung
Senin, 1 September 2014 | 17:27:38
Ratu Atut Divonis 4 Tahun Penjara
Senin, 1 September 2014 | 17:19:19
Kapolri Pernah Puji Polisi Pembawa Narkoba ke Kuching
Senin, 1 September 2014 | 08:40:06
BERIKAN KOMENTAR
Top