RANTAUPRAPAT (EKSPOSnews): Anggota DPRD Labuhanbatu Feri Andika dari Partai Demokrat dilaporkan 5 karyawannya karena diancam dan ditodong dengan pistol.
Kelima karyawan bagian pemanen sawit itu adalah Rajab Saragih, 41, Julianto, 31, Hengki Setiawan, 23, Muhamad Zein, 34, dan Ponirim, 35. Kelima karyawan tersebut tidak menerima dituduh mencuri sawit milik Feri Andika.
“Kami dituding mencuri sawit. Setelah lebih dulu dimarah-marahi. Kami juga ditodongkan pistol,” ujar para karyawan.
Selain dianiaya, ke lima pria yang merupakan karyawan bagian pemanenan sawit di kebun milik Feri Andika juga diancam dan dimaki-maki.
Kelima karyawan itu menceritakan peritiwa yang mereka alami terjadi, Selasa (5/2) lalu pukul 23.00 WIB di kediamaan Feri Andika di Daerah Air Batu, Kota Pinang Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Perisriwa itu berawal ketika kelima karyawan itu dipanggil dua orang karyawan bagian pengawas yakni Ponirin SK dan Irul untuk menghadap pemilik kebun sawit tempat mereka bekerja.
Mendapat perintah dipanggil oleh atasan, kelima karyawan bergegas menuju rumah Feri. Ketika berada di kediaman pemilik kebun tempat mereka kerja yang tidak lain adalah Feri, kelimanya langsung dimarahi oleh Feri tanpa sebab yang jelas. Selain marah-marah Feri juga menodongkan pistol ke bagian kepala dan kaki sembari menuduh mereka telah melakukan pencurian buah kelapa sawit di kebun miliknya (Feri).
Perlakuan Feri yang kasar tidak dapat mereka lawan atau melakukan pembelaan atas tuduhan yang dilontarkan. Karena selain majikannya itu, ada juga seorang pria berbadan tegap mengaku sebagai aparat turut melakukan penganiayaan dengan cara memukul bagian ulu hati mereka.
Setelah mendapat perlakuan tidak adil, mereka dipaksa menandatangani surat perjanjian yang isinya bersedia membayar denda sebesar Rp2,5 juta per orang untuk membayar buah kelapa sawit yang hilang.
Surat perjanjian tidak boleh mereka baca sebelum ditandatangai. "Kami bisa membaca setelah kami tandatangani surat perjanjian itu. Kami betul-betul diperlakukan seperti penjahat kelas kakap. Ditodong pistol dan dipukul oknum yang mengaku aparat," ujar ke lima pria itu.
Kapolres Labuhan Batu AKBP Toga Habinsaran Panjaitan membenarkan adanya pengaduan lima warga yang merupakan karyawan kebun sawit milik Feri Andika. Saat ini pihaknya kini sedang melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan korban.
Disinggung masalah pistol atau senjata api (senpi) yang digunakan Feri Andika, Toga menyebutkan pihaknya juga akan segera melakukan pemeriksaan terhadap kepemilikan senpi itu. Apakah memiliki izin atau tidak, sekaligus penyalahgunaannya.
Sementara anggota DPRD Labuhan Batu Feri Andika ketika dikonfirmasi melalui telepon tidak berhasil karena telepon genggam miliknya tidak aktif.
Ketua Partai Demokrat Labuhan Batu, Muklis Hasibuan membenarkan bawa Feri Andika merupakan angota DPRD Labuhanbatu dan saat ini juga menjadi Ketua DPC Demokrat Labusel. (ma)