Jum'at, 12 Maret 2010 |
Home  Hukum & Kriminal
Jumat, 22 Januari 2010 | 13:30:46
Tim Dokter Berhasil Mengeluarkan Proyektil Dari Tubuh Robert

MEDAN (EKSPOSnews): Tim dokter Rumah Sakit Gleni Internasional berhasil mengeluarkan proyektil dari tubuh Bripda Robert Simamora, anggota Brimobda Sumut yang ditembak ketika jaga di pos Brimob Medan. Peluru yang bersarang di tubuh Robert tersebut menembus usus besar dan bersarang di bagian belakang tubuhnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar menyatakan proyektil yang berhasil dikeluarkan tersebut seterusnya dibawa ke Laboratorium Forensik Mabes Molri Cabang Medan untuk diuji secara laboratoris.

"Jenis senjatanya masih belum diketahui, karena masih diuji balistik. Sekarang ini masih diperiksa," ujarnya kepada wartawan, Jumat (22/1) di Markas Brimob Daerah Sumut, Jl. Wahid Hasyim, Medan.

Kendati proyektil peluru sudah dikeluarkan dari tubuh korban, namun korban masih belum bisa memberikan keterangan. Korban saat ini masih dalam tahapan penyembuhan di ruang ICU yang berada di lantai tiga Rumah Sakit Gleni Internasional di Jl. Listrik, Medan.

"Keterangan awal yang diperoleh dari korban,  pelaku datang menggunakan sepeda motor," ujar Baharudin.

Baharuddin mengatakan, sebenarnya saat penembakan terjadi pada Kamis (22/1) pukul 04.15, ada dua petugas yang piket di Pos Pelayanan dan Pengaduan Brimobda Sumut, Pelaku yang datang dengan sepeda motor, mengetuk pintu pos penjagaan, korban yang keluar kemudian langsung ditembak. Sementara rekannya yang seorang lagi sedang tidur jadi tidak mengetahui peristiwa sebelum penembakan tersebut. Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Utara (Sumut) membentuk dua unit tim untuk memburu pelaku penembakan anggota Brigade Mobil (Brimob) Daerah Sumut, Bripda Robert Simamora. Sejauh ini kedua tim masih melakukan perburuan terhadap pelaku.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar menyatakan, sejauh ini ciri-ciri pelaku yang diburu tersebut masih berdasarkan keterangan korban yang kini masih dirawat di rumah sakit.

"Menurut korban, pelaku pada waktu itu mengenakan penutup kepala atau topi, dan datang mengendarai sepeda motor bersama satu orang lainnya yang menunggu di atas sepeda motornya," ujar Baharudin Djafar.

Berkenaan dengan penembakan korban yang terjadi di lingkungan markas Brimob, Baharuddin menjelaskan penembakan itu berlangsung di depan Pos Pelayanan dan Pengaduan Brimobda Sumut, bukanlah di depan pos pemeriksaan.

"Pos pelayanan itu didesain bersifat humanis, fungsinya menerima langsung laporan masyarakat. Karena fungsinya bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka berbeda dengan pos penjagaan yang dijaga anggota yang bersenjata lengkap," ujar Baharuddin.

Seperti diberitakan, Bripda Robert Simamora ditembak orang tak dikenal, Kamis (21/1) sekitar pukul 04.15 WIB. Pelaku yang menggunakan senjata laras pendek, langsung kabur setelah penembak bagian perut korban. Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Gleni Internasional Jl. Listrik, Medan. (osm)

Share:  

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
: