Harga Jatuh, Garam Petani di Rembang Menumpuk di Gudang

Senin, 6 Mei 2013 | 05:13:19
REMBANG (EKSPOSNews): Sekitar 100 ribu ton garam yang diproduksi petani asal Kabupaten Rembang menumpuk di gudang karena tidak ada pembelinya. Selain harga jatuh, permintaan pasar saat ini juga sepi. Harga tertinggi kualitas I Rp 380 per kilogram. Sedangkan untuk kualitas II lebih rendah, hanya Rp 300 per kilogram.

Padahal tahun lalu saat hujan turun harga garam mencapai Rp 800 per kilogram. "Saya sendiri heran pasar lesu. Mau dijual murah pun juga tidak ada yang menampung, lebih- lebih untuk garam kualitas II daya tawarnya rendah dan pembeli luar kota ogah- ogahan, sehingga hanya bisa terserap pasar lokal," kata Pamuji, Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Ahad 5 Mei 2013.

Serapan untuk garam konsumsi juga rendah. Pupon, pengusaha garam di Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Rembang mengeluhkan rendahnya permintaan pasar. "Saya yang biasanya memproduksi 15 ton per hari, kini hanya tinggal 5 ton per hari," kata Pupon.

Saat ini, kata Pupon, rata- rata gudang garam milik petani masih penuh timbunan, karena tidak ada pembeli. Petani garam Wagiyanto, asal Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori, mengaku 700 ton garamnya tersimpan di gudang."Saya berharap saat musim penghujan banyak permintaan. Tapi kenyataannya tidak ada pembeli," kata dia.

Menurut catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, sekitar 99.545 ton garam petani di Rembang menumpuk di gudang. Padahal total produksi garam musim lalu mencapai 186.545 ton, dari lahan yang tersedia lahan tambak garam sekarang mencapai 1.184,98 hektare. (tempo)


BERITA LAINNYA
Pelabuhan Belawan Terancam Stop operasi
Kamis, 21 Mei 2015 | 03:20:33
Gas Arun Akan Mengalir ke Industri
Jumat, 15 Mei 2015 | 05:53:48
Bank Sulut Ganti Nama
Sabtu, 9 Mei 2015 | 18:17:53
Martabe Revisi Produksi Emas
Jumat, 8 Mei 2015 | 08:19:00
Pemda di Sumut Permainkan Data Kemiskinan
Minggu, 3 Mei 2015 | 18:18:22
Blok Kisaran Siap Hasilkan Minyak dan Gas
Kamis, 30 April 2015 | 19:40:58
Kereta Api Bandara Soetta Bisa Beroperasi 2016
Selasa, 28 April 2015 | 06:37:31
Awas, Uang Palsu Beredar di Bengkulu
Minggu, 26 April 2015 | 13:53:39
Menertibkan Indomaret Tak Berizin di Musirawas
Minggu, 26 April 2015 | 08:41:48
Kota Banda Aceh Raih WTP
Sabtu, 25 April 2015 | 06:31:45
BERIKAN KOMENTAR
Top