PNPM Mandiri Prioritas Pemerintah Aceh

Jumat, 15 Maret 2013 | 05:26:35
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dan Bantuan Keuangan Pemakmoe Gampong (PNPM dan BKPG) merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh sebagai upaya percepatan pembangunan berbagai sektor di provinsi itu.

"Karenanya, saya berharap fasilitator atau konsultan yang terlibat dalam program tersebut agar bekerja keras dan membangun kerjasama dengan baik," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Kamis 14 Maret 2013.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Muzzakar A Gani pada rapat koordinasi PNPM mandiri pedesaan dan BKPG 2013, Gubernur berharap fasilitator memiliki kemampuan dalam menjalankan program itu.

"Jika nantinya ditemukan berbagai permasalahan di lapangan, maka saya berharap segera dikomunikasikan, sehingga penyelesaiannya akan lebih cepat pula," kata Zaini Abdullah.

Gubernur menyatakan peran fasilitator dan konsultan pada program ini sangatlah menentukan.

"Di lapangan mereka yang menjadi motor untuk kegiatan pelatihan kepada warga, memberi supervisi, melakukan monitoring, serta sebagai tempat bertanya bagi masyarakat," katanya menambahkan.

Untuk itu, Gubernur juga mengharapkan fasilitator wajib bersikap kritis, komunikatif, peduli, dan mampu merespon berbagai permasalahan dengan cepat.

Fasilitator diharapkan juga terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat komitmen menjalankan program tepat waktu, mematuhi tata tertib administrasi dan SOP, serta saling bersinergi guna menunjang keberhasilan program yang sudah disusun bagi kepentingan masyarakat.

Gubernur mengingatkan kembali tujuan yang ingin dicapai dari program PNPM mandiri pedesaan dan BKPG, di antaranya mendorong terciptanya lapangan kerja di tingkat gampong (desa).

Selanjutnya terpelihara sarana dan prasarana ekonomi maupun sosial di tingkat gampong, meningkatnya kapasitas SDM kelembagaan masyarakat dan pemerintah gampong serta meningkatnya ekonomi, mendorong tumbuh dan berkembangnya kemandirian dan kegotongroyongan masyarakat.

"Yang juga tidak kalah pentingnya dari program PNPM dan BKPG adalah menghadirkan gampong partisipatif dalam penyusunan perencanaan pembangunan, serta menciptakan gampong yang mampu mengelola dana pembangunan secara transparan dan akuntabel," kata Gubernur menambahkan.

Salah satu pencapaian PNPM mandiri pedesaan paling menonjol di Aceh adalah kegiatan simpan pinjam untuk kelompok perempuan (SPP). Total dana bergulir yang menggerakkan SPP di seluruh Aceh sudah mencapai Rp500 miliar.

Program itu juga berjalan baik dan salah satu indikatornya dilihat dari tingkat pengembalian pinjaman yang mencapai 96 persen. Dana bergulir cukup besar itu juga menunjukkan bahwa SPP berhasil mengembangkan kegiatan keuangan mikro di tingkat paling bawah.(antara)

BERITA LAINNYA
Kepatuhan WP di Batam Rendah
Sabtu, 28 Maret 2015 | 05:47:22
BRI Manado Berikan Voucer Belanja
Selasa, 24 Maret 2015 | 19:11:54
Pelindo I Gelar Pelatihan ISPS Code
Selasa, 24 Maret 2015 | 13:50:28
Koperasi Papan Nama Bertabur di Tapanuli Utara
Kamis, 19 Maret 2015 | 20:39:51
Gas dari Arun Diserap Pembangkit Listrik Belawan
Kamis, 19 Maret 2015 | 20:10:17
Karyawan Tambang Martabe Laporkan SPT 2014
Kamis, 19 Maret 2015 | 19:39:33
Pertamina Terima Kapal Pengangkut BBM Baru
Kamis, 19 Maret 2015 | 15:07:42
BKPM Akan Batalkan Ribuan Izin PMA
Kamis, 19 Maret 2015 | 14:30:30
Binjai Proyek Percontohan Tata Niaga Elpiji
Kamis, 19 Maret 2015 | 10:15:34
BERIKAN KOMENTAR
Top