UKM Sulit Berkembang di Aceh

Kamis, 28 Februari 2013 | 21:22:13
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Direktur Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Iskandar Madjid menilai UKM, khususnya di sektor produksi di Provinsi Aceh sulit berkembang.

"Permasalahan UKM di Aceh begitu kompleks, baik sektor produksi, pemasaran, maupun sektor keuangan. Ini yang membuat UKM di daerah ini sulit berkembang," kata Iskandar Madjid di Banda Aceh, Kamis 28 Februari 2013.

Pernyataan tersebut dikemukakan Iskandar Madjid dalam diskusi bulanan yang digelar Persatuan Wartawan (PWI) Aceh. Diskusi tersebut membahas "Prospek Usaha Kecil dalam Pertumbuhan ekonomi Aceh".

Masalah sektor produksi, kata dia, banyak UKM masih bergantung bahan baku dari luar Aceh, misalnya usaha pembuatan kue, minyak goreng dan tepungnya masih dipasok dari luar Aceh. Hal ini tentu meningkatkan biaya produksi UKM.

"Padahal, di Aceh banyak perkebunan sawit yang merupakan bahan baku minyak goreng. Jika pabrik minyak goreng ada di Aceh tentu, tidak perlu dibeli dari luar Aceh," katanya.

Begitu juga dengan pemasarannya, kata dia, masyarakat Aceh sepertinya belum begitu mencintai produk-produk UKM dari daerah sendiri dan ini mempengaruhi kelangsungan produktivitas UKM itu sendiri.

"Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk mencintai produk UKM dari Aceh. Apalagi kualitas produk UKM di Aceh ini bisa bersaing dengan barang luar daerah," ujarnya.

Selain masalah produksi dan pemasaran, sebut dia, dukungan pemerintah, maupun lembaga keuangan, baik perbankan maupun nonperbankan, juga masih kurang, terutama untuk sektor produksi.

"Memang, banyak UKM mendapat bantuan modal dari berbagai lembaga. Namun, sektor yang dibantu ini lebih banyak UKM yang bergerak di bidang perdagangan, bukan produksi," katanya.

Oleh karena itu, Iskandar Madjid menyarankan perlu perhatian serius dari pemerintah daerah maupun lembaga keuangan yang mendukung permodalan dalam meningkatkan perkembangan UKM di Aceh.

"Jika UKM yang bergerak di sektor produksi ini berkembang, tentu akan membangkitkan sektor industri di Aceh, sehingga meningkatkan nilai tambah ekonomi di masyarakat," kata Iskandar Madjid.(antara)

BERITA LAINNYA
AirAsia Indonesia Fasilitasi Pembayaran Melalui ATM
Minggu, 21 September 2014 | 19:31:23
Pemerintah Pusat Serius Soal Kereta Api Aceh
Minggu, 21 September 2014 | 14:10:20
Tiongkok Minta RI Hapus Bea Keluar Kelapa Sawit
Minggu, 21 September 2014 | 14:03:51
Warga di Banda Aceh Beralih ke Elpiji 3 Kg
Minggu, 21 September 2014 | 13:57:00
Xiaomi Laris Manis Lewat Penjualan Sistem Flash Sale
Sabtu, 20 September 2014 | 18:42:01
MUI Resmikan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah
Sabtu, 20 September 2014 | 18:16:23
Potensi Migas di Papua-Maluku akan Dioptimalkan
Sabtu, 20 September 2014 | 06:42:01
Jelang Lebaran Haji, Harga Daging Sapi Naik
Sabtu, 20 September 2014 | 05:49:01
Dahlan: Perpres Tol Trans Sumatera Sudah Diteken Presiden
Jumat, 19 September 2014 | 14:52:43
Kerajinan Kulit Ikan Asal Tegal Digemari di Jepang
Jumat, 19 September 2014 | 05:26:17
Pertamina Akui Gagal Kendalikan BBM Bersubsidi
Kamis, 18 September 2014 | 16:31:29
BERIKAN KOMENTAR
Top