Bengkulu Gagas Pembentukan Forum Investasi Daerah

Minggu, 10 Februari 2013 | 06:26:03
BENGKULU (EKSPOSnews): Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah menggagas pembentukan forum investor daerah untuk mempermudah investor, sekaligus pengawasan terhadap investasi di daerah itu.

"Kami sedang menggagas pembentukan forum investasi daerah sehingga ada keseragaman dalam pelayanan dan pengawasan lebih optimal," katanya di Bengkulu, Sabtu 9 Februari 2013.

Ia mengatakan standar pelayanan yang sama di tiap kabupaten dan kota sangat penting untuk mencerminkan keseriusan daerah dalam menerima investasi baru.

Selama ini kata dia perbedaan persyaratan atau perizinan penanaman modal menjadi salah satu kendala investor untuk menanamkan investasinya.

"Forum ini juga akan mengawasi investasi yang tidak sesuai ketentuan sehingga akuntabilitas dan transparansi kegiatan investasi di daerah ini baik," tambahnya.

Menanggapi rencana Gubernur tersbut pengamat ekonomi dari Universitas Bengkulu Ridwan Nurazi mengatakan forum itu sangat penting dan perlu agar ego sektoral yang ada di kabupaten dan kota terhapus.

"Selama ini yang terjadi antardaerah saling klaim bahwa ini lahan kami, ini investor kami. Dengan terbentuknya forum ini klaim itu bisa dihilangkan tapi bersinergi membangun daerah," katanya.

Menurutnya, forum tersebut dapat memecahkan masalah terkait perizinan investasi di daerah. Karena masalah yang kerap terjadi menurutnya adalah perbedaan pendapat.

"Ketika pemerintah provinsi setuju terhadap rencana investasi sebuah perusahaan, tapi pemerintah kabupaten dan kota yang tidak, sehingga forum ini memediasi," katanya.

Ia mengharapkan forum tersebut segera terbentuk, dan membuat pertemuan reguler untuk membahas potensi dan peluang investasi di daerah ini.

Hasil rekomendasi forum itu kata dia dapat menjadi langkah strategis menarik investor ke Provinsi Bengkulu.

Dari sisi pengawasan, menurutnya investasi yang masuk ke daerah ini perlu memperhatikan perekrutan tenaga kerja lokal dan impor.

"Hal seperti itu perlu dibicarakan jangan seluruhnya impor, mulai dari alat hingga tenaga kerja. Perlu ada regulasi seperti melibatkan asosiasi profesi yang ada di Bengkulu," katanya menerangkan.

Sementara Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bengkulu Iriansyah mengatakan potensi investasi Provinsi Bengkulu yang ditawarkan ke investor diprioritaskan pada sektor hilir hasil bumi.

"Seperti pengolahan minyak sawit, karet dan hasil perkebunan lainnya, sektor hilir perlu investor," katanya.

Industri hilir bidang pertanian dan perikanan serta peternakan juga membutuhkan investor sehingga produk yang dihasilkan petani, nelayan dan peternak memiliki nilai tambah.

Sedangkan sektor tambang, Provinsi Bengkulu masih memiliki potensi seperti batu gamping untuk bahan baku semen dan pasir bijih besi.(antara)

BERITA LAINNYA
Menertibkan Indomaret Tak Berizin di Musirawas
Minggu, 26 April 2015 | 08:41:48
Kota Banda Aceh Raih WTP
Sabtu, 25 April 2015 | 06:31:45
Pangdam Minta Inalum Sejahterakan Masyarakat
Selasa, 21 April 2015 | 20:25:19
Pengusaha Minta Harga Gas dari Arun Diturunkan
Senin, 20 April 2015 | 06:32:42
Memberikan Dana Aspirasi ke Lubuklinggau
Minggu, 19 April 2015 | 19:06:18
OT Group Bangun Pabrik Teh di Sumsel
Minggu, 19 April 2015 | 06:40:34
Inalum Akan Bangun Pembangkit Listrik
Sabtu, 18 April 2015 | 06:32:44
Izin Tambang di Aceh Selatan Agar Ditinjau
Sabtu, 18 April 2015 | 06:26:23
Mendagri Minta Bulog Dibubarkan
Kamis, 16 April 2015 | 14:36:46
Pusri Genjot Pemasaran Urea
Rabu, 15 April 2015 | 04:52:54
Wah, Sumut Jawara dalam Transaksi Mencurigakan
Kamis, 9 April 2015 | 20:11:33
BERIKAN KOMENTAR
Top