Jum'at, 01 Agustus 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Pendapatan Asli Daerah Medan Digenjot
    Selasa, 5 Februari 2013 | 05:37:01
    MEDAN (EKSPOSnews): Dinas Pendapatan Kota Medan pada 2013 menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi sebesar Rp1,2 triliun, naik Rp100 miliar dari tahun lalu Rp1,1 triliun.

    "Diharapkan target PAD tahun ini tercapai setelah tahun lalu terealisasi hanya 82 persen," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan M Husni, di Medan, Senin 4 Februari 2013.

    Menurut dia, untuk mencapai target itu, pihaknya akan melakukan berbagai langkah seperti peningkatan objek pajak dan wajib pajak.

    "Saya akan berusaha meningkatkan dan mencapai target PAD Dispenda tahun ini," katanya.

    Sementara itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyebutkan Dispenda harus terus menggali potensi pajak dan retribusi daerah itu.

    Meski target sudah dinaikkan tahun ini, kata dia, proyeksi pendapatan itu dinilai masih kecil dibandingkan potensi yang bisa mencapai Rp1,7 triliun - Rp1,8 triliun.

    "Karena itu, target tahun ini seharusnya bisa tercapai," katanya.

    Wali kota menegaskan, Kepala Dispenda Medan harus melakukan pemetaan potensi sumber retribusi dan pajak di daerah itu.

    Dispenda juga harus mengintensifkan penerimaan dari wajib pajak (WP) yang sudah ada.

    "Untuk meningkatkan pendapatan pajak dan retribusi khususnya dari PBB (pajak bumi dan bangunan) harus dilakukan berbagai upaya," katanya.

    Menurut dia, dewasa ini banyak pembayaran PBB yang tidak sesuai dengan nilai bangunan dan tanahnya termasuk yang berada di kawasan rumah penduduk.

    "Dispenda juga harus meningkatkan pendapatan dari pajak rumah makan, pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan termasuk pajak air bawah tanah yang selama ini belum maksimal digali," katanya.(antara)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!