Jum'at, 25 Juli 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • 3 Perusahaan Tambang Ajukan Eksplorasi di Riau
    Rabu, 16 Januari 2013 | 02:09:39
    PEKANBARU (EKSPOSnews): Sebanyak tiga perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) memohon untuk mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam pengelolaan sumur baru dari hasil bumi Riau.

    "Tiga perusahaan KKKS tersebut yakni Malacca Strait di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kemudian Sumatera Persada Energi (SPE) dan Sarana Pembangunan Riau (SPR)," ujar Asisten II Sekdaprov Riau Emrizal Pakis, di Pekanbaru, Selasa 15 Januari 2013.

    Ke tiga perusahaan itu, lanjutnya, ingin mendapatkan rekomendasi dari Pemprov Riau untuk mempermudah pengurusan mendapat izin dari pemerintah pusat dalam mengoperasikan beberapa sumur minyak.

    Dijelaskannya, SPR ingin mengoperasionalkan tiga sumur minyak lagi dari 22 sumur yang sudah beroperasi. Sedangkan SPE ingin menambah dua sumur minyak baru lagi dan Malacca Strait yang dulunya bernama Kondur, ingin membangun pipa di bawah laut dari Kurau ke Selat Lalang.

    Terkait pengajuan penambahan pengelolaan sumur baru, dia mengatakan, pihaknya selaku Pemprov Riau tidak ada masalah, asalkan tidak menganggu dan bertentangan dengan izin lingkungan.

    "Kami hanya meminta mereka untuk memperhatikan masalah lingkungan, karena ini sangat berhubungan dengan masyarakat dan lingkungan yang ada di sekitar area perusahaan," katanya.

    Dengan bertambahnya pengoperasian sumur minyak di Riau, secara otomatis akan berdampak pada penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor migas, yang sudah pasti sangat menguntungkan bagi Provinsi Riau, katanya lagi.

    Sebelumnya anggota Banggar DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengatakan, Pemrov Riau menargetkan DBH migas pada 2013 mencapai Rp2,25 triliun dan kemudian target realisasi dalam APBD Perubahan pada 2012 sebesar Rp2,66 triliun yang baru terealisasi per 30 Oktober 2012 sekitar Rp1,9 triliun.

    "Maka kami minta kepada Dispenda Riau untuk 2013, realisasi DBH migas agar lebih tinggi lagi," katanya.(antara)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!