Bangka Barat Aktifkan Pusat UKM

Selasa, 23 Oktober 2012 | 15:46:49
MUNTOK (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung 2013 akan mengaktifkan kembali pusat pelatihan usaha kecil dan menengah dalam upaya meningkatkan daya saing produk tersebut.

"Pusat pelatihan UKM yang terletak di Desa Dendang, Kecamatan Kelapa tersebut saat ini masih belum dimanfaatkan karena keterbatasan fasilitas untuk mengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi," ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat, Abdullah Aidid di Muntok, Selasa 23 Oktober 2012.

Ia menjelaskan, untuk mengaktifkan kembali pusat pelatihan UKM tersebut pihaknya sudah menyediakan dua unit mesin pengolah bambu dan serat resam yang dapat dimanfaatkan peserta pelatihan dan masyarakat pelaku UKM di daerah itu.

Menurut dia, upaya penyediaan dua unit mesin tersebut untuk meningkatkan produksi kerajinan bambu dan anyaman resam yang sudah digeluti masyarakat di daerah itu, namun belum begitu maju.

"Masyarakat di daerah itu sudah memiliki keterampilan kerajinan bambu dan anyaman resam, namun saat ini kurang berkembang karena terkendala bahan setengah jadi yang masih minim," katanya.

Menurut dia, minimnya pasokan bahan setengah jadi tersebut karena para pelaku UKM masih kesulitan mengolah bahan baku menjadi setengah jadi karena terkendala alat pengolah yang belum ada.

"Dengan adanya dua unit mesin tersebut diharapkan kendala utama yang dihadapi para pelaku UKM teratasi dan tidak ada alasan lagi produksinya tersendat," katanya.

Kerajinan bambu dan anyaman serat resam di daerah itu sudah terkenal hingga ke luar daerah, namun kurang begitu laku karena harga jualnya terlalu tinggi, dengan alasan proses pengerjaan membutuhkan waktu lama dan rumit.

"Kami berharap setelah pelaku UKM menggunakan alat tersebut, dapat menghemat waktu pengerjaan, mengurangi biaya produksi dan menurunkan harga jual produk kerajinan sehingga lebih terjangkau konsumen," ujarnya.

Dengan adanya peningkatan produksi yang harganya lebih kompetitif tersebut, ia mengharapkan, produk kerajinan andalan daerah itu semakin laku baik di pasar lokal dan nasional.

Pihaknya optimis dengan berbagai upaya yang dilakukan Pemkab seperti penyediaan alat praproduksi, pelatihan manajemen, peningkatan kreativitas produk, pemasaran dan promosi akan mampu meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor UKM, katanya.(antara)

BERITA LAINNYA
Stok BBM di Sumbagut Aman
Jumat, 21 November 2014 | 05:41:01
APBD Sulut Disebut Pro Rakyat
Kamis, 20 November 2014 | 11:19:32
BBM Naik, Ini Mobil yang Diprediksi Bakal Laku Keras
Kamis, 20 November 2014 | 06:05:33
Harga Kebutuhan Pokok di Jambi Melonjak
Kamis, 20 November 2014 | 05:36:23
Pangsa Pasar Menurun, Samsung Pangkas Harga Ponsel
Rabu, 19 November 2014 | 19:18:22
Kadin Kabupaten Siak Studi Banding ke Sumut
Rabu, 19 November 2014 | 06:07:48
Astra Otoparts Bangun Pabrik di Tiongkok
Rabu, 19 November 2014 | 05:08:35
Harga Cabai di Riau Tembus Rp150 Ribu/kg
Selasa, 18 November 2014 | 18:44:47
Harga Premium dan Solar Naik, Pertamax (Mungkin) Turun
Selasa, 18 November 2014 | 17:44:49
BERIKAN KOMENTAR
Top