Pelayanan Jasa Perbankan Paling Bobrok

Rabu, 19 September 2012 | 20:07:22
JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Perlindungan Konsumen Nasional menyatakan, pelayanan jasa perbankan merupakan hal yang paling disorot terkait dengan bidang perlindungan konsumen karena masih banyak kasus pengaduan yang masuk ke berbagai badan perlindungan konsumen baik nasional maupun global.

"Jumlah pengaduan berdasarkan komoditi yang terbanyak adalah perbankan dengan jumlah 130 kasus (71,4 persen)," kata Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Tini Hadad di Jakarta, Rabu 19 September 2012.

Tini Hadad memaparkan, jumlah pengaduan yang masuk BPKN periode Januari - Agustus 2012 adalah sebanyak 182 pengaduan, dan 130 kasus pengaduan perbankan yang masuk antara lain terkait dengan penjadwalan ulang pembayaran angsuran, keterlambatan dalam membayar angsuran, pencantuman klausula baku, dan beban bunga/denda.

Hal serupa juga sama terjadi pada pengaduan yang masuk ke BPKN pada 2011, yaitu dari 240 pengaduan, pengaduan terkait jasa perbankan masih yang tertinggi yaitu sebanyak 163 kasus (67,9 persen).

Sedangkan dari sebanyak 197 kasus pengaduan ke BPKN pada 2010, jumlah pengaduan terkait jasa perbankan adalah 122 kasus (61,9 persen).

Dengan demikian, terjadi peningkatan persentase jumlah kasus pengaduan terkait jasa layanan perbankan secara berturut-turut sejak tahun 2010 hingga 2012.

Kondisi serupa juga ditemui oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), yang menemukan bahwa aduan jasa finansial selalu menempati ranking pertama dalam jumlah pengaduan pada tahun 2010 dan 2011.

Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo mengemukakan, bila dilihat dari profil aduan jasa finansial, maka bank menempati urutan yang terbesar dari beragam jasa finansial yang diadukan, yaitu sebesar 75,4 persen.

Menurut Sudaryatmo, banyaknya pengaduan di dalam jasa finansial tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga rata-rata menjadi jumlah pengaduan konsumen yang terbesar secara global di sejumlah negara.

Tini menyebutkan, pihaknya telah membicarakan hal tersebut dengan pihak Bank Indonesia yang saat ini juga tengah membuat peraturan yang diharapkan dapat lebih bisa melindungi konsumen.(antara)

BERITA LAINNYA
Bank Mandiri Cetak Laba Rp14,5 Triliun
Kamis, 23 Oktober 2014 | 18:44:52
Industri Roti dan Kue Tetap Prospektif
Kamis, 23 Oktober 2014 | 15:17:00
Penyerapan APBD Langkat masih Rendah
Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:16:13
Transaksi GATF 2014 Palembang Ditarget Rp5 M
Kamis, 23 Oktober 2014 | 06:28:50
Upah Minimum Provinsi Dilansir Serentak 1 November
Kamis, 23 Oktober 2014 | 06:27:38
PTPN VIII Masuk Sektor Energi
Rabu, 22 Oktober 2014 | 18:00:39
Samsung Siap Pasarkan Galaxy Note 4
Rabu, 22 Oktober 2014 | 15:46:33
DPRD Desak Gubernur Selamatkan Bank Sumut
Rabu, 22 Oktober 2014 | 14:52:24
Ada Perusahaan Valas Asing Beroperasi Ilegal di Bali
Rabu, 22 Oktober 2014 | 14:50:29
Daun Nipah Aceh Masuk Malaysia
Rabu, 22 Oktober 2014 | 05:54:32
Kenaikan Tarif Pelabuhan Teluk Bayur Wajar
Selasa, 21 Oktober 2014 | 10:46:48
Perusahaan Diminta Menabung Uang Pensiun Karyawan
Senin, 20 Oktober 2014 | 15:33:29
BERIKAN KOMENTAR
Top