Jum'at, 25 Juli 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Gus Irawan Diberhentikan, Riza Pahlevi Hasibuan Plt Dirut Bank Sumut
    Jumat, 15 Juni 2012 | 04:07:55
    MEDAN (EKSPOSnews): Gus Irawan Pasaribu resmi tidak lagi menjabat sebagai Direktur Umum (Dirut) PT Bank Sumut. Mulai pekan depan, dia digantikan tiga mantan direksi yang untuk sementara masih berstatus pelaksana tugas (plt) direksi.

    Hal ini menjadi keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang disampaikan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho selaku pemegang saham pengendali PT Bank Sumut. Selain Gus Irawan, dua direksi lainnya juga turut diberhentikan. “RUPSLB memutus kan sejumlah hal.Pertama memberhentikan dengan hormat Direksi PT Bank Sumut periode 2008 – 2012 mulai 17 Juni 2012.

    Adapun direksi itu atas nama Gus Irawan Pasaribu selaku Direktur Utama (Dirut), Zenilhar selaku Direktur Pemasaran, dan M Yahya selaku Direktur Umum,” katanya usai rapat di Gedung Bank Sumut, Kamis malam, 14 Juni 2012. RUPSLB mengangkat Plt direksi untuk memimpin Bank Sumut sampai ditetapkan direksi defenitif.

    Adapun pejabat sementara itu yakni, Plt Dirut PT Bank Sumut Riza Fahlevi Hasibuan, Plt Direktur Umum Zenilhar, dan Plt Direktur Pemasaran Rudi Dogar Harahap. Ketiga nama ini merupakan mantan-mantan direksi PT Bank Sumut di masa lalu. Gatot menambahkan, dalam RUPSLB itu, pihaknya juga memutuskan mengangkat dua komisaris independen untuk menggantikan dua pejabat yang diberhentikan beberapa waktu lalu.

    Dua komisaris independen itu adalah Riza Fahlevi Hasibuan yang juga menjadi Plt Dirut PT Bank Sumut dan Brata Kesuma. “Riza Fahlevi sebagai komisaris independen defenitif sampai 2013 karena sudah ada keputusan Bank Indonesia (BI). Sementara Brata Kesuma diangkat sementara sampai ditetapkan pejabat defenitifnya,” ujarnya. Setelah menyampaikan hasil keputusan ini, Gatot langsung meninggalkan ruang konferensi pers dan tidak menerima pertanyaan wartawan.

    Sejumlah kepala daerah, bupati dan wali kota yang mengikuti RUPSLB pun langsung meninggalkan Gedung Bank Sumut. Bupati Dairi KRA Johny Sitohang yang sempat berbicara kepada wartawan mengatakan, pihaknya hanya bisa menerima hasil keputusan yang sudah disebutkan Plt Gubenur Sumut.“Kami sudah menyampaikan apa yang kami pahami. Bahwa semuanya memiliki aturan.Dalam hal ini,semua harus mematuhi peraturan Bank Indonesia.Tapi ya sudahlah,saya sudah capek,”ujarnya tanpa merinci pernyataannya.

    Sementara Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu yang ditanya wartawan juga menyatakan hal senada. Hanya saja dia enggan berkomentar jauh.Dia hanya meminta BI selaku regulator dan pengawas perbankan bisa melihat hasil RUPSLB ini dengan cermat.“ Semoga BI bisa melihat ini dengan baik. Kami selaku pemilik saham minoritas berharap Bank Sumut lebih maju lagi ke depannya, bukan sebaliknya,” ungkap Syahrul. Satu keputusan lain yang diambil RUPS Bank Sumut yakni, menambahkan satu jabatan direktur di jajaran direksi. Namun belum jelas, tugas apa yang akan dijalankan direksi tambahan itu.

    Laba Tumbuh 10,2%

    Sebelumnya dalam Laporan Direksi 2008-2012, Gus Irawan Pasaribu mengatakan,perolehan laba bersih PT Bank Sumut hingga April 2012 mencapai Rp111,9 miliar. Sementara per Desember 2011 laba bersih Bank Sumut mencapai Rp426,2 miliar.Perolehan laba itu didorong oleh nilai aset yang tercatat sebesar Rp20,9 triliun hingga posisi April 2012. Nilai ini tumbuh sebesar 10,2% jika dibanding per Desember 2011, sebesar Rp18,9 triliun.

    RUPS Bank Sumut juga menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Direksi Bank Sumut periode 2008-2012 yang dikomandoi Dirut Gus Irawan Pasaribu. LPj yang disampaikannya di hadapan para pemegang saham menyajikan kinerja perusahaan dan hasil yang telah dicapai selama tahun buku 2011. “Mohon maaf kalau waktunya terlambat karena susah diprediksi. Itu juga di luar kontrol kami sebagai direksi.Pertanggungjawaban saya diterima.

    Saya bersyukur, apa yang diberikan Tuhan jauh dari yang saya cita-citakan. Secara kelembagaan, Bank Sumut juga menuju pencapaian luar biasa.Berawal rugi sebesar Rp300 miliar,sekarang asetnya sudah mencapai Rp21 triliun,” papar Gus Irawan pada wartawan. Gus juga melontarkan pernyataan sangat senang bisa mengakhiri jabatan dengan baik di Bank Sumut hingga periodenya berakhir. Dia mengaku selama tiga periode kepemimpinannya sudah lebih dari cukup untuk mengejar pencapaian Bank Sumut selama ini.

    “Daripada saya diturunkan kayak Qaddafi, mending saya turun saja.Apalagi menurut saya, terlalu lama memimpin di satu tempat juga membuat saya seolah menjadi raja saja. Meninggal kan Bank Sumut adalah pilihan saya.Saya merasa plong dan inilah sesuatu yang pas buat saya,”ungkapnya. Soal Status PT Bank Sumut, dipastikan akan berubah menjadi bank devisa dalam waktu dekat.Bank Sumut kini sedang menunggu izin prinsip yang rencananya akan terbit dalam waktu dekat.

    “Status menjadi bank devisa memang agak terlambat. Kita akui itu.Tapi tetap dipastikan sudah menjalani proses dan dalam waktu dekat akan diresmikan,”ujar Gus. Status sebagai bank devisa, menurut dia, sangat dibutuhkan agar nilai jual Bank Sumut sebagai perusahaan lebih tinggi daripada saat ini. Dengan bertambahnya nilai perusahaan, maka ketika Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana dilakukan, potensi nilai jual akan meningkat.

    “ Mulai dari pemberdayaan SDM (sumber daya manusia), kelengkapan produk perbankan, dan kesiapan informasi teknologi, sudah kami upayakan secara maksimal. IPO secara paralel akan berjalan,”tandasnya. Sebelumnya,dalam pembukaan RUPS dan RUPSLB itu, Pimpinan BI Koordinator Wilayah IX Sumut dan Aceh,Nasser Atorf meminta agar membenahi soal pembatasan masa jabatan direksi dan pengurus di Bank Sumut.

    Menurut Atorf, dengan ketiadaan aturan yang jelas itu, maka terjadi kekosongan jabatan di Bank Sumut seperti Direktur Kepatuhan dan kekosongan jabatan komisaris. Selain itu, lanjutnya, Bank Sumut juga perlu melakukan penambahan modal yang bisa dilakukan dari berbagai cara. “Penambahan modal seperti penambahan modal dari pemegang saham, laba ditahan, obligasi, dan Initial Public Offering atau IPO,”ujarnya.(sindo)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!