
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Tinjau Pasar Glugur Rantauprapat, Bupati Labuhanbatu Disambut Unjukrasa
LABUHANBATU (EKSPOSnews): Di tengah peninjauan pengoperasian Pasar Glugur
Rantauprapat, Bupati Pemkab Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar
disambut aksi unjukrasa sekelompok massa yang mengaku pedagang yang tak
mendapat jatah pembagian loads dan lapak berjualan di sentral pasar di
Rantauprapat itu. Dampaknya, Tigor nyaris diamuk puluhan massa dari
pedagang, Senin 20 Februari 2012 saat peninjauannya di pasar semi modern
itu.
Semula Tigor beserta jajarannya mengelilingi pasar modern tersebut pasca sehari diberlakukan pemindahan pedagang dari Pasar Baru Jalan Diponegoro Rantauprapat. Namun, warga pedagang yang tidak mendapatkan lapak untuk berjualan telah menunggu untuk bertemu dengan Tigor dan menyampaikan aspirasinya. Tepat disamping kiri gedung, pedagang yang membawa spanduk bertemu dengan rombongan eksecutif. Disitulah ocehan dan perkataan kekesalan dilontarkan para pedagang. “Tolong kami pak Tigor, dimana kami mau berjualan. Setelah dipindahkan dari Pasar Baru, kami jadi bingung mau berjualan kemana. Dimana hati nurani bapak,” teriak pedagang sembari mengikuti barisan bupati yang telah dijaga ketet sejumlah petugas dari Satpol PP, Satpam, TNI AD serta warga sipil yang diketahui dari salahsatu OKP berpakaian preman. Melihat gelagat yang kurang baik aparat akhirnya membawa Tigor memasuki kantor Dinas PAsar dan Kebersihan (Dispakeb) Labuhanbatu yang berada di depan komplek Pasar Gelugur Rantauprapat. Selang beberapa menit, Tigor dan lainnya langsung beranjak menaiki mobil pribadi Xenia warna Silver yang telah disediakan sebelumnya. Tidak sampai disitu, ternyata puluhan warga pedagang sembako menghalangi mobil yang membawa Tigor. Aksi saling dorong tidak dapat dihindari, bahkan sejumlah warga pedagang membawa anaknya untuk menghadang mobil yang ditumpangi Bupati Tigor tersebut. Namun, kekuatan dan jumlah warga lebih sedikit dibanding dengan petugas yang pengamanan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hingga akhirnya mobil yang membawa Tigor dan sejumlah pejabat lainnya melaju meninggalkan kantor tersebur. Menurut pedagang, mereka yang terhitung mencapai ratusan tidak mendapat lapak untuk berjualan setelah direlokasi ke Pasar Glugur Rantauprapat. “Kami hanya minta keadilan agar bias berjualan disini. Berpuluh tahun kami jualan di Pasar Baru, masak disini tidak kebagian tempat, kemana dibuat lapak semuanya,” teriak pedagang. Senada S boru Simanjuntak, 80 mengaku tidak mendapatkan lapak untuk berdagang di komplek Pasar Glugur. Padahal dirinya sejak relokasi pedagang dari Pasar Lama, Rantauprapat belasan tahun lalu tercatat sebagai pedagang yang mendapat lapak di Pasar Baru, Rantauprapat. Namun, ketika relokasi pedagang dari Pasar Baru ke Pasar Glugur dirinya tidak terdata sebagai pedagang yang mendapatkan lapak. “Saya pedagang yang dahulu dipindahkan dari Pasar Lama ke Pasar Baru. Tapi, sekarang tidak dapat lapak jualan di Pasar Glugur,” ujar pria tua ini sembari berjalan gontai. Pantauan di Pasar Glugur Rantauprapat, sekira 40 persen loads dan lapak berjualan di komplek Pasar Glugur Rantauprapat sudah mulai beraktivitas melakukan perniagaan di komplek itu. Beberapa pedagang sudah mulai menata produk dan barang perniagaannya. Namun, sebahagian pedagang ikan juga masih mengeluhkan lokasi yang disediakan dianggap kurang memadai. Sebab, fasilitas yang disediakan terlalu kecil untuk melakukan transaksi. “Terlalu sempit lokasi yang disediakan,” ucap salahseorang pedagang ikan di basement Pasar tersebut.(fh)
BERITA TERKAIT:
|