Kamis, 24 April 2014
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kunjungi eksposnews.com dari HP Anda!
  • Serikat Buruh Sampaikan Permasalahan di Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu
    Kamis, 9 Februari 2012 | 05:46:50
    LABUHANBATU (EKSPOSnews): Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (SBSI) PT Hari Sawit Jaya (HSJ) sampaikan permasalahan sengketa tenaga kerja di PT Hari Sawit Jaya. Dalam penyampaian secara tertulis yang dibacakan oleh serikat buruh pada sidang mediasi sengketa ketenagakerjaan antara pekerja dengan PT HSJ di Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu, Rabu 8 Februari 2012, terdapat sejumlah permasalahan disampaikan serikat pekerja kepada Dinas Tenaga Kerja.

    Menurut Lausan Sirait dan Chandra Hutabarat Ketua dan Sekretaris Komisariat SBSI 1992, adanya permasalahan yang terjadi antara pekerja antara lain yakni adanya pembebanan denda buah sawit berondolan kepada pekerja yang tidak sesuai aturan yang berlaku. Masih banyaknya buruh yang berstatus BHL (buruh harian lepas) yang sudah bekerja bertahun –tahun namun tidak dimasukan Jamsostek ditambah upah yang masih jauh dibawah UMSK. “Denda yang ditetapkan tidak berdasar, dan tidak ada kesepakatan, dan dalam perjanjian kerja bersama tidak ada penetapan denda tersebut,” kata keduanya.

    Tidak hanya itu kata mereka, adanya buruh yang tidak dibayarkan upahnya ketika membaptiskan anak. Padahal sesuai UU No 13/2011 buruh yang tengah membaptiskan anaknya wajib dibayarkan gajinya oleh pihak perusahaan selama dua hari, namun kenyataanya buruh tersebut gajinya hanya dibayarkan satu hari saja sedangkan satu hari lagi dihitung mangkir dari kerja. Padahal buruh tersebut sebelumnya sudah meminta ijin ke pihak perusahaan.

    Ditambah lagi tingginya basis borong yang dibebankan kepada pekerja cukup memberatkan. Padahal upah yang diberikan cukup mini sehingga memaksa para pekerja terkadang harus mengikutkan para istri untuk melakukan pemanenen, sedangkan kasus lain yang ditemukan adalah adanya mandor yang melakukan pemotongan upah bila buruh sedang mangkir kerja padahal perusahan sudah terlebih dahulu melakukan pemotongan upah tersebut.

    Humas PT HSJ Liharman Purba saat sidang berlangsung mengatakan, dalam persoalan karyawan mangkir saat tugas ketika sedang melakukan pembaptisan anaknya, menjawab bahwa ketika itu si karyawan tidak terlebih dahulu melaporkan ke perusahaan. Namun ketika si pekerja tersebut telah ditetapkan mangkir baru belakangan diberitahukan ke pihak perusahaan. Sedangkan lagi kata dia terkait adanya denda berondolan, Liharman mengatakan kalau bukan hanya PT HSJ saja yang menerapkan denda demikian, perusahan sejenis yang lain juga menerapkan hal yang sama, sebagai pendisiplinan kepada pekerja, namun walaupun demikian kata dia, denda yang dikenakan tidak sebesar yang ditetapkan oleh perusahaan lainya. Sebab tambah dia lagi berondolan itu tanggung jawab
    si pemanen.

    Sedangkan Joni Purba Wakil Humas menambahkan, perusahaan memiliki aturan tersendiri, sehingga kata dia jika memang ada keluhan dan hamabatan dalam melaksanakan pekerjaan dapat menghubungi mandornya masing – masing untuk disampaikan kepada asisten. Sedangkan tambah dia lagi, terkait permasalahan adanya pemotongan gaji oleh mandor ketika para pekerja sedang mangkir dari pekerjaan, Joni mengaskan akan ditindak lanjuti oleh perusahaan. “Soal mandor memotong dua kali akan kami tindak lanjuti,” tandas dia.

    Sedangkan mediator dari Dinas Tenaga Kerja Labuhanbatu Tumpak Manik, menyarankan agar persoalan yang terjadi saat ini untuk terlebih dahulu diselesaikan secara Bipartit antara perusahan, Serikat pekerja, dan pekerja. “Saya kira ini hanya persoalan kurangnya komunikasi oleh kedua pihak dan saya menyarankan agar permasalahan ini terlebih dahulu diselesaikan secara Bipartit,” tukas Manik. Akhirnya dalam pertemuan itu kedua belah pihak menyepakati permasalahan tersebut diselesaikan secara Bipartit.(fh)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.eksposnews.com
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!