Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Bulog Sumut Bantu Penjualan Beras Komersial
    MEDAN (EKSPOSnews): Badan Urusan Logistik atau Bulog Sumut tahun ini masih melakukan penjualan beras komersil untuk membantu masyarakat di tengah masih mahalnya harga bahan pangan utama itu.

    Sejak Januari hingga awal Februari ini, Bulog sudah menjual beras komersial sebanyak 817 ton dengan harga tebus ke pedagang sebesar Rp7.100 per kg. Tujuannnya untuk membantu masyarakat mendapatkan beras murah di tengah harga jual beras lokal yang masih mahal, kata Humas Bulog Sumut, Rusli, di Medan, Rabu 8 Februari 2012.

    Harga tebus beras komersil Rp7.100 per kg itu atau sekitar Rp7.500 per kg hingga di pasar masih jauh lebih murah dari harga beras lokal yang dewasa ini sudah berkisar Rp8.500 hingga Rp9.500 per kg.

    Penjualan beras komersial itu menambah pengadaan beras di pasar dan di tangan masyarakat di luar hasil operasi pasar (OP) dan penyaluran beras untuk warga miskin (raskin).

    OP beras Sumut sudah mencapai 2.382 ton dan penyaluran raskin 3.783 ton. Beras komersil itu diakui juga dari hasil impor 2011.

    Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tfabu Ritonga menyebutkan, langkah pemerintah dalam upaya meningkatkan pasokan beras di dalam negeri sudah semakin bagus.

    Mulai dari upaya peningkatan produksi petani dengan memperluas areal dan prduktivitas hingga melakukan kelancaran penyaluran raskin, OP dan penjualan beras komersial.

    "Upaya yang harus ditingkatkan lagi adalah perbaikan dan penambahan irigasi yang dewasa ini banyak tidak berfungsi dan infrastruktur jalan dari daerah sentra produksi ke kota yang rusak menambah biaya ongkos angkut dan akhirnya berimbas pada kenaikan harga jual beras di pasar,"katanya.

    Pemerintah juga diminta membeli beras dengan harga komersil ke petani dimana langkah itu diyakini kuat menambah gairah petani bertanam padi dan menekan impor.

    Harga pembelian pemerintah dan termasuk ditambah insentif nyatanya tetap saja lebih murah dari harga jual beras petani dan itu jelas membuat Bulog tidak pernah bisa membeli beras petani.(antara)



    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!