Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Gapki Minta Pemerintah Tegas dalam Soal Isu Negatif CPO
    MEDAN (EKSPOSnews): Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Utara meminta pemerintah lebih tegas dalam menyangkal isu-isu negatif tentang komoditas ekspor seperti kasus larangan CPO masuk ke Amerika Serikat.

    "Kalau tidak tegas maka Indonesia terus jadi sasaran isu negatif yang mengancam ekspor komoditas nasional," kata Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Laksamana Adiyaksa di Medan, Selasa 7 Februari 2012.

    Pemerintah dapat melawan dengan cara pembuktian bahwa sebenarnya kontribusi Indonesia dalam kerusakan lingkungan masih sangat kecil dibandingkan negara lainnya khususnya Amerika Serikat dan Eropa.

    AS misalnya diketahui menyumbang emisi karbondioksida hingga 30,03 persen dan Eropa 27 persen lebih, sementara Indonesia termasuk negara Asia Tenggara lainnya hanya 12,2 persen.

    Menurut dia, Indonesia dewasa ini semakin memiliki peranan besar dalam perdagangan komoditas khususnya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), karet dan kopi karena produksinya semakin sangat dibutuhkan pasar internasional.

    Meski masih belum menjadi produsen terbesar, tetapi karena sebagian besar produksi untuk ekspor maka komoditas itu sangat diperlukan negara konsumen bahkan termasuk negara produsen lainnya.

    Akibat peranan penting Indonesia itu, maka berbagai pihak berupaya melakukan berbagai trik untuk menekan produk/komoditas Indonesia agar harga tidak naik yang merugikan negara konsumen.

    "Isu negatif bukan hanya untuk menekan harga komoditas ekspor tetapi juga merupakan upaya memenangkan persaingan bisnis, jadi harus dilawan," katanya.

    Kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang melarang masuk CPO itu diduga kuat untuk melindungi produksi minyak biji bunga matahari, jagung dan kedelai yang dihasilkan negara itu.

    Wakil Ketua I Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun mengatakan, isu negatif atas CPO dari AS itu diduga karena kekhawatiran tertingalnya minyak nabati di luar CPO menyusul semakin naiknya permintaan minyak sawit mentah di pasar internasional.

    CPO Indonesia misalnya sangat diminati India, China dan Eropa.

    Permintaan CPO India pada 2012 sebanyak 7,1 juta ton, sehingga ekspor Indonesia ke negara itu juga tetap terbanyak dari produksi nasional tahun depan yang diperkirakan mencapai 25,9 juta ton.

    Permintaan India sebanyak 7,1 juta ton pada 2012 itu naik dibanding 2011 yang sebesar 6,75 juta ton.

    Produksi CPO Indonesia pada 2012 yang sebesar 25,9 juta ton itu naik dibanding 2011 yang masih 24,1 juta ton.

    "Setelah ke India, ekspor CPO Indonesia terbesar adalah ke China dan Uni Eropa yang juga akan mengalami kenaikan permintaan," katanya.

    Impor CPO China pada 2012 naik dari 5,950 juta ton pada 2011 menjadi 6,650 juta ton, sementara Uni Eropa sebanyak 5,6 juta ton dari 5,1 juta ton pada 2011.

    CPO Indonesia juga semakin dilirik Timur Tengah dan itu semakin membuat produsen minyak nabati di luar CPO khawatir dan membuat berbagai trik, katanya.(antara)


    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!