Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Harga Bokar Meningkat di Sumut
    MEDAN (EKSPOSnews): Harga bahan olah karet di pabrikan Sumatera Utara bergerak naik mengikuti harga ekspor dan mulai menguatnya nilai tukar rupiah atas dolar AS.

    Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah mengatakan harga bahan olah karet (bokar) di pabrikan Sumut, Rabu (25/1) sudah menjadi Rp29.142 - Rp31.142 per kg dari sebelumnya Rp28.200-Rp30.200 per kg.

    Kenaikan harga bokar dipicu naiknya harga ekspor menjadi 3,805 dolar AS per kg dari 3,726 dolar AS per kg.

    Harga bokar yang menguat itu juga dipicu menguatnya kembali nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menjadi Rp8.973 per satu dolar AS dari sebelumnya Rp8.910.

    Kenaikan harga ekspor karet sendiri dipicu naiknya harga minyak mentah dan kebijakan pemerintah Thailand yang membeli karet rakyatnya.

    Harga semakin naik karena pasokan ketat dari negara sentra produksi ditengah permintaan yang tren menguat.

    Harga diperkirakan bisa menguat lagi karena ada kemungkinan minyak mentah naik lagi.

    Minyak mentah yang menguat membuat konsumen karet sintesis beralih ke karet alam.

    Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Jhon Tafbu Ritonga, mengatakan, krisis ekonomi yang masih terjadi khususnya di Eropa membuat perdagangan berbagai barang berfluktuasi.

    Krisis juga membuat nilai tukar mata uang termasuk Rupiah juga berfluktuasi.

    "Jadi seharusnya pemerintah hati-hati memberlakukan berbagai kebijakan yang bisa merugikan perdagangan karena berdampak pada penerimaan devisa,"katanya.(antara)


    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!