Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Panai Hilir Jadi Penghasil Ikan Asin
    LABUHANBATU (EKSPOSnews): Perairan Laut Selat Malaka di Sei Berombang, Panai Hilir, Labuhanbatu merupakan kawasan pengekspor ikan air asin. Buktinya, ratusan kilogram bahkan mencapai hitungan ton ikan perharinya dihasilkan dari kawasan itu. Misalnya saja, dari jenis ikan Gulama, Perak dan Lumi-lumi. Ketiga jenis ikan ini identik dijadikan sebagai ikan asin dari kawasan Sei Berombang.

    Tempat penampungan Adil Fadli di Desa Sei Sakat, misalnya. Dari sana, Gulama, Perak dan Lumi-lumi akan dihasilkan sedikitnya 120 kilogram per harinya. Itu, hasil pengeringan ikan sejumlah 400-500 kg. “Kita hanya mengolah ikan sekira 500 kilogram perhari,” ujar Harun pemilik Penampungan Ikan Adil Fadli, Kamis 19 Januari 2012 di kawasan itu.Katanya, pada masa tertentu hasil produksinya juga bisa meningkat hingga sedikitnya 1 ton per hari.

    Namun, hal itu melihat kondisi cuaca di kawasan itu. Karena, kata dia akan mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. “Jika musim penghujan dan angin kencang penghasilan ikan nelayan akan berkurang dan penjualan ikan juga menurun,” bebernya. Dia sendiri, aku Harun membeli ikan-ikan dari nelayan sekitar Sei Berombang. Dan, harga beli ikan juga berfluktuatif serta berbeda sesuai jenis ikan yang ada.

    Kalkulasinya, untuk ikan basah sebanyak 10 kg akan dicampur dengan garam sebanyak 3 kilogram. Dari adonan itu, akan menghasilkan ikan asin yang telah kering sebanyak 3-4 kg. “Terjadi penyusutan setelah dikeringkan,” jelasnya. Sementara pasar ikan itu, katanya masih ditampung oleh para agen yang ada di Sei Berombang. Selanjutnya akan diperdagangkan ke luar daerah. Misalnya saja, untuk jenis Lumi-lumi pasar penjualannya ke kota Jakarta. Sementara untuk jenis Gulama, dan lainnya masih ke kota Rantauprapat, Medan dan Pekan Baru.

    Untuk jenis Lumi-lumi, Harun menolak ke para agen dengan harga bervariasi sesuai kelas ikan yang dihasilkan. Pihaknya menghasilkan ikan jenis Lumi-lumi dengan kelas Super, Sedang dan halus. Untuk jenis Super dia mematok harga kisaran Rp26 ribu perkilogramnya. Sedangkan untuk jenis Sedang dan halus dipatok dikisaran harga Rp13 ribu hingga Rp17.000 perkilogram.Di Sei Berombang, kata dia, terdapat puluhan para penampung ikan hasil tangkapan dari  para nelayan. Tak kurang 20 an tempat yang ada. Bahkan, untuk tempat tertentu hasil penampungan ikan dengan jumlah besar bahkan mencapai hitungan ton perhari dan menghasilkan ikan asin kering ratusan kilogram per harinya.

    Dia mengakui, hasil dan keuntungan yang diperoleh setelah dikurangi upah karyawan dan biaya produksi lainnya akan mencapai sedikitnya Rp1000 perkilogram. “Beban produksi untuk upah karyawan Rp50 ribu perorang dan harga beli garam pengasin senilai Rp60 ribu pergoni ukuran 50 kilogram. Keuntungan minimal Rp1000 perkilogram,” jelasnya.

    Sementara itu, Camat Panai Hilir, Zaid Harahap mengakui hasil ikan yang diproduksi dari kawasan itu belum maksimal terdata secara keseluruhan. Sebab, tambahnya, tak berfungsinya secara optimal Tempat Penampungan Ikan (TPI) di kawasan itu sebagai salahsatu faktor penentu penghitungan volume ikan hasil tangkapan nelayan Sei Berombang. “Tak berfungsi TPI. Sehingga, jumlah keseluruhan hasil tangkapan ikan tak maksimal terdata,” jelasnya.(fh)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!