Pasar Induk Sayur Akan Dibangun di Medan Marelan

Jumat, 13 Januari 2012 | 06:53:55
Berita Terkait:
MEDAN(EKSPOSnews): Pemko Medan akan membangun Pasar Induk Sayur dan Tradisional di Kecamatan Medan Marelan pada tahun ini. Saat ini pemko sedang dalam tahap penentuan lahan lokasi pasar yang akan dibangun dengan anggaran Rp15 miliar.

”Pembangunannya sedang diproses, saat ini sudah melewati tahap kelayakan bangunan dan lokasi. Itu sudah selesai dikerjakan, lalu masuk tahap persiapan penentuan lahan lokasi bangunannya.Ada empat alternatif lahan, namun akan ditentukan satu lahan saja yang akan digunakan,” kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Medan Syaiful Bahri Lubis kepada wartawan, di selasela acara perencanaan program 2012 Kota Medan oleh Bappeda Kota Medan di Grand Aston,Kamis 12 Januari 2012.

Pembangunan pasar induk di Marelan ini selain bertujuan untuk mengatasi kemacetan di sekitar Pasar V Medan Marelan, juga tentunya untuk penataan kota agar semakin baik lagi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Zulkarnain menambahkan, Pasar Induk Sayur dan Tradisional Marelan ini akan dibangun Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan dengan anggaran Rp10 miliar.

”Untuk pembebasan lahannya Rp5 miliar.Saya lupa lokasinya dimana, tapi dari empat lahan itu sudah ada satu lahan yang disetujui dan dinilai layak. Pembangunannya akan dimulai tahun ini juga melalui proses tender,”ujarnya.

Zulkarnain menjelaskan pembangunan pasar induk sendiri akan diperuntukan bagi pedagang kaki lima (PKL) sayur mayur yang sering berdagang di Jalan Kapten Rahmad Buddin depan Lapangan Rengas Pulau Marelan. Selama ini, keberadaan pedagang sayur itu mengganggu arus lalu lintas di jalan lintas masuk dari Simpang Pasar V Marelan.

”Pedagang sayur mayur di Marelan yang biasanya tumpah di pinggir jalan akan direlokasi ke pasar induk ini.Sekaligus Pasar Tradisional Marelan di simpang Pasar V Marelan juga akan direlokasi ke pasar induk.

Jadi, pasar induk akan diperuntukan bagi petani sayur yang mau menjualkan hasil pertaniannya dan pasar tradisional,” ungkapnya(sindo)

BERITA LAINNYA
Moratorium Tambang di Aceh Mendesak
Rabu, 20 Agustus 2014 | 19:15:38
Utang Luar Negeri Indonesia Naik
Rabu, 20 Agustus 2014 | 16:58:46
Pengusaha Arab Saudi Tertarik Bisnis Hotel di Lombok
Rabu, 20 Agustus 2014 | 03:33:11
Usai London, Garuda Ingin Terbang ke Paris
Rabu, 20 Agustus 2014 | 03:27:39
Sumut Anggarkan Bantuan Kepesertaan Jamsostek Informal
Selasa, 19 Agustus 2014 | 15:49:01
Kemenperin Gelar Pameran Produk Wirausaha Baru
Selasa, 19 Agustus 2014 | 15:28:54
Mundurnya Karen Tak Ganggu Penyidikan KPK
Selasa, 19 Agustus 2014 | 06:00:36
Harga Elpiji Batal Naik, Pertamina Merugi Rp 6 Triliun
Selasa, 19 Agustus 2014 | 05:53:12
Uang NKRI Sudah Beredar di Sumut dan Aceh
Selasa, 19 Agustus 2014 | 05:01:46
BI Alokasikan Rp3 Triliun/Tahun untuk Cetak Uang
Selasa, 19 Agustus 2014 | 04:52:05
BERIKAN KOMENTAR
Top