Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Mendesain Pabrik Gula Mini
    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendesain pabrik gula Merah Putih berkapasitas 10.000 ton tebu per hari dalam rangka program revitalisasi industri gula nasional untuk mencapai swasembada gula tahun 2014.

    "Pada program revitalisasi industri gula kita perlu membangun 15 pabrik gula baru dengan kapasitas 10.000 ton 'cane daily', saat ini BPPT sedang dalam proses membuat desain detilnya," kata Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa Dr Erzi Agson Gani di Jakarta, Kamis 12 Januari 2012.

    Diharapkan desain ini selesai tahun 2012 ini dan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib yang digunakan pada saat pembangunan 15 pabrik gula tersebut, ujarnya.

    Ia mengatakan, produksi gula nasional selama ini sangat rendah. Tahun lalu hanya 2,2 juta ton, padahal kebutuhannya mencapai sekitar lima juta ton per tahun, akibatnya Indonesia selalu harus mengimpor gula.

    Rendahnya produksi gula nasional disebabkan kapasitas produksi pabrik-pabrik gula yang ada selama ini kecil, bahkan mayoritas pabrik gula di Indonesia telah berusia lebih dari 150 tahun dan merupakan peninggalan Belanda.

    Selain mendesain pabrik gula baru berkapasitas besar, pihaknya juga terlibat dalam revitalisasi pabrik gula yang sudah ada dengan menyelesaikan desain otomasi untuk pabrik gula Semboro dan Tasik Madu berupa desain peralatan "low grade and high grade centrifuge" serta optimasi teknologi proses karbonatasi dan diversifikasi produk.

    Selain itu, hambatan lain bagi program revitalisasi industri gula, tambahnya, adalah keterbatasan penyediaan lahan bagi tanaman tebu yang memerlukan sekitar 500 ribu hektare lahan baru untuk memenuhi kebutuhan gula nasional yang mencapai sekitar lima juta ton per tahun itu.

    "Kita harus contoh Thailand yang mampu menghasilkan delapan juta ton gula per tahun, padahal lahannya lebih sempit dari Indonesia. Ini berarti intensifikasi lahan mereka berhasil," katanya.

    Selain itu, ujarnya, rendemen gula (kadar kandungan gula di dalam batang tebu) nasional hanya berkisar tujuh persen dari potensi 12 sampai 14 persen, yang menyebabkan produktivitas tebu Indonesia rendah.

    "Berarti perlu digiatkan pencarian varietas baru untuk tebu yang bisa meningkatkan rendemennya dan meningkatkan faktor produktivitas lainnya. Tapi itu tentu tugas bidang lainnya," katanya.(antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!