
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pemerintah Batu Kube di Solok Selatan
PADANG ARO (EKSPOSnews): Pemerintah telah menyalurkan bantuan untuk kelompok usaha bersama (Kube) di Solok Selatan, Sumatera Barat, sebesar Rp4,74 miliar dalam kurun waktu dua tahun, 2008-2010.
Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Solok Selatan, Suwirman, di Padang Aro, Rabu, 4 Januari 2012 mengatakan Solok Selatan memperoleh bantuan program peningkatkan ekonomi masyarakat miskin penerima bantuan langsung tunia (BLT) ini pertama kali pada tahun 2008 sebanyak 80 kelompok sebagai KUBE pertumbuhan. Setiap KUBE yang beranggotakan 10 warga miskin diberi bantuan dalam bentuk hibah sebesar Rp23 juta untuk mengembangkan usaha dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka. Kemudian pada tahun 2010, dari 80 KUBE tersebut dievaluasi dalam pengembangan usaha dan manajemennya, terpilih 30 kelompok untuk kembali memperoleh bantuan sebagai KUBE pengembangan. Masing-masing kelompok tersebut kembali memperoleh bantuan sebesar Rp30 juta yang langsung ditansfer ke rekening kelompok. "Bantuan tersebut diberikan kepada 30 kelompok, yakni 15 di Sungai Pagu dan 15 di Sangir, setelah diverifikasi oleh Kementerian Sosial," sebutnya. Dia menambahkan, pada tahun 2010 tersebut Solok Selatan juga kembali memperoleh bantuan KUBE untuk 100 kelompok dengan besaran bantuan Rp20 juta per kelompok di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sangir Balai Janggo sebanyak 29 kelompok, Sangir Batanghari 29 kelompok dan Sangir Jujuan 42 kelompok. Bidang usaha yang dikembangkan mulai dari ternak ayam, kambing, sapi dan kerbau. Kelompok tersebut kemudian dievaluasi kembali untuk diajukan memperoleh bantuan KUBE pengembangan dan sebanyak sebanyak 70 kelompok dianggap memenuhi kriteria untuk diusulkan menjadi Kube pengembangan pada tahun 2012. Dia menyebutkan, kriteria KUBE pertumbuhan yang diajukan menjadi KUBE pengembangan dilihat dari hasil usaha apakah mengalami perkembangan atau tidak, kemudian dalam segi managemen pengelolaannya. Dia menyebutkan, meskipun bantuan yang diberikan dalam bentuk hibah, setiap kelompok yang telah menjadi KUBE pengembangan diwajibkan merekrut dua keluarga miskin di sekitar lingkungannya untuk menjadi anggotanya dan bantuan yang diberikan tersebut digulirkan kembali kepada kedua anggota baru tersebut. Dalam mengembangkan usahanya, kube didampingi oleh petugas pendamping yang berada di setiap nagari (desa adat) masing-masing satu orang. Kendati terdapat petugas pendamping di setiap nagari, namun tidak semua Kube mampu mengembangkan usahanya yang disebabkan adanya konflik antar anggota dalam pengembangan dan pengelolaannya. "Kita akui tidak semua KUBE berhasil meskipun ada petugas pendamping. Sulitnya KUBE-KUBE tersebut berkembang karena terdapat konflik antar anggota sehingga pengelolaanya serta manajemennya terabai," sebutnya. Kendati demikian, Disosnagkertrans Solok Selatan terus melakukan pembinaan agar KUBE-KUBE tersebut mampu berkembang dengan baik, katanya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|