Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Menneg BUMN Akan Mengobral Saham BUMN Lagi
    JAKARTA (EKSPOSnews):Menteri BUMN Dahlan Iskan mendorong perusahaan milik negara melakukan penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO) untuk mempercepat perbaikan kinerja BUMN.

    "Saya mendorong BUMN untuk IPO karena terbukti melalui IPO perusahaan berkembang lebih cepat. Semakin banyak BUMN menjadi perusahaan publik semakin baik," kata Dahlan di Jakarta, Rabu 21 Desember 2011.

    Menurut Dahlan, peningkatan kinerja usaha perusahaan publik dipicu pengelolaan BUMN yang semakin transparan, penerapan tata kelola perusahaan yang benar (good corporate governance/GCG).

    "Manajemen BUMN juga akan semakin mudah menolak adanya tekanan atau intervensi dari luar perusahaan," tegasnya.

    Dahlan menyebutkan pada tahun 2012 sedikitnya tiga BUMN akan merealisasikan IPO.

    Meski demikian mantan Dirut PT PLN ini tidak memerinci lebih lanjut nama perusahaan yang dimaksud.

    "Pokoknya ada tiga. Tapi bisa juga lebih dari itu," ujarnya.

    Sebelumnya, Dahlan mengatakan dirinya bersama Deputi Kementerian BUMN sudah bertemu dengan Menteri Keuangan Agus Martowardoyo untuk menyampaikan nama-nama BUMN yang akan masuk dalam daftar privatisasi pada 2012.

    "Selain nama-nama yang diajukan masuk IPO, kami juga membicarakan pola privatisasi yang akan ditempuh termasuk holdingisasi (pengelompokan) BUMN, serta menyampaikan daftar asset BUMN yang tidak produktif," ujarnya.

    Ia menambahkan, sejauh ini pemerintah belum menentukan jumlah BUMN yang akan diprivatisasi karena semua BUMN diarahkan untuk memperbaiki kinerjanya.

    "Saya sendiri tidak akan menghambat atau mencegah. Jika ada BUMN yang harus IPO ya silakan. Yang penting dilakukan secara transparan, akuntabel dan terbuka," ujarnya.

    Sebelumnya, Ketua Asosiasi Emiten Indonesia Airlangga Hartarto menilai Kementerian BUMN perlu membuat kebijakan pelaksanaan IPO BUMN agar privatisasi tersebut tidak merugikan negara.

    Aturan tersebut, antara lain soal pertanggungjawaban dan peran direksi dan komisaris, sehingga tidak saling lempar tanggungjawab ketika terjadi polemik dalam pelaksanaan IPO. (antara)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!