Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Jelang Natal dan Tahun Baru, Permintaan Songket Tarutung Meningkat
    TARUTUNG(EKSPOSnews): Jelang Natal dan Tahun Baru permintaan untuk kain tenunan jenis sarung songket Tarutung meningkat. Umumnya permintaan datang dari para perantau yang pulang ke kampung halaman.

    Salah satu penenun sarung Sisi Simorangkir, 29 mengatakan umumnya pemesanan untuk jenis sarung tenun dilakukan sejak awal November. Bahkan oderan tenunan juga datang dari luar daerah seperti Humbahas dan Toba Samosir. Pemesanan jauhjauh hari dilakukan dikarenakan proses penyelesaian satu tenunan memakan waktu hampir tiga pekan. ”Harga tidak ada mengalami kenaikan. Sebab alasan sejumlah pembeli melakukan orderan kepada kita juga karena faktor harga,” ujarnya di Tarutung, Minggu 4 Desember 2011.

    Biasanya dalam sebulan menenun mendapatkan orderan 2-5 helai tenunan. Namun sejak November hingga Desember bisa mendapat orderan 5-10 orderan. Sementara motif sulam emas paling banyak dipesan. Untuk jenis sarung ini umumnya dikenakkan harga antara Rp 1-1,5 juta.”Kalau harga untuk per sarungnya mahal lebih disebabkan biaya pengerjaannya,” sebut penenun lainnya, Tiodor Simanungkalit,47.

    Sebelumnya,kolektor sekaligus pemerhati tenunan Batak dari Galeri Gorga,Torang Sitorus mengatakan, kualitas tenunan Tarutung memiliki kekhasan yang khusus. Lebih ringan sehingga sangat efektif dan dapat digunakan untuk acara pesta sehari-hari. ”Namun kelemahannya pada bahan baku. Sehingga ditawar sesuka hati oleh para pengumpul selain itu kita tidak sanggup bersaing dengan tenunan dari daerah lain seperti Padang,”terangnya.

    Dari segi motif,Torang mengatakan yang dibuat oleh penenun cenderung mengikuti corak dari daerah lain. Jika corak dan kualitas bagus maka harga ta-war juga tinggi. (sindo)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!