Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Gawat, Pasokan Gas Terancam Berhenti ke Sumut Tahun 2013
    MEDAN(EKSPOSnews): Pasokan liquuified natural gas (LNG) ke Sumatera Utara (Sumut) terus menurun dan terancam berhenti pada 2013. Untuk itu, perlu disusun konsep dan solusi yang komprehensif untuk mengantisipasinya.

    “Beberapa daerah telah mendesak pemerintah untuk memberikan jaminan pasokan gas bagi perkembangan industri di wilayah Sumut. Sayangnya, meski sebagai daerah penghasil gas yang cukup besar,Sumut selalu kekurangan gas,” ujar Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Hervian Taher di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD), Keberlangsungan Industri di Sumatera Utara Ditinjau dari Ketersediaan Energi, di Grand SwissBell Hotel, Rabu 23 November 2011.

    Menurut dia,kebutuhan gas bagi industri existing Sumut idealnya sebesar 25 millions of standard cubic fett per day (mmscfd).Namun hingga kini hanya bisa dipenuhi oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebesar 17 mmscfd. “Bahkan pada awal Oktober 2011, pasokan tersebut dikurangi lagi menjadi 11,4 mmscfd. Penurunan pasokan akan terus berlangsung sampai akhir 2012,”katanya.

    Berkurangnya pasokan gas ini tentunya menjadi ancaman serius bagi industri Sumut.Karena gas telah menjadi salah satu kebutuhan pokok energi untuk industri.Karena itu,perlu disusun konsep dan solusi yang komrehensif mengenai ketersediaan pasokan gas bagi industri di Sumut. Sementara itu,Kepala Strategic Business Unit (SBU) Wilayah III PT PGN (Persero) Tbk Mugiono mengungkapkan, pada prinsipnya perseroan siap menyalurkan gas sepanjang pemasok bisa menyediakan, dalam hal ini PT Pertamina dan Pertiwi. PGN, kata dia,mempunyai kontrak dari pemasok.

    Namun lantaran sumur pemasok sudah berkurang sehingga mereka terpaksa mengurangi 5 mmscfd jatah dari kontrak untuk PGN. “Kami hanya menyalurkan gas,bukan pemasok.Rencananya, penurunan (pasokan) akan terus berlangsung. Bahkan pada pertengahan 2012 pasokan dari Pertiwi akan berkurang lagi 50%,”terangnya. Guna mengantisipasi kekurangan serta ancamana hilangnya pasokan gas di 2013,PGN sudah membuat unit penyimpanan dan regasifikasi terapung/ floating storage regassification unit (FSRU) di Belawan.

    FSRU ini sudah rampung hingga 80%,baik dari jalan atau penyambungan pipa dan pembebasan izin lahan. “Sudah dua tahun PGN menyiapkan proyek ini.Jadi akan beroperasi dan bisa menampung 250 mmscfd gas pada 2013 mendatang,”jelasnya. Namun, alokasi gas dari negara sangat dibutuhkan untuk menjalankan proyek ini. Sehingga seluruh kebutuhan gas di Sumut dapat dipenuhi oleh PGN. Di sisi lain,Ketua Asosiasi Perusahaan Pemakai Gas (Apigas) Sumut Johan Brien mengharapkan permasalahan ini bisa secepatnya dicarikan solusi. Lantaran sedikitnya 53 industri di Sumut sangat tergantung dari pasokan gas.

    “Perusahaan gas seperti industri furniture, keramik, besi serta baja sangat membutuhkan energi gas ini. Bisa jadi dengan kurangnya pasokan gas ini, perusahaan akan merumahkan 50% karyawannya,” tuturnya. Saat ini sejumlah perusahaan pengguna gas sedang mencoba bertahan dalam kondisi pasokan energi yang paspasan. Bahkan sudah ada satu perusahaan yang beralih usaha lantaran tidak adanya kepastian energi tersebut. (sindo)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!