
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pertumbuhan Ekonomi DKI Terus Melaju
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimis pertumbuhan ekonomi di Ibukota akan menembus angka tujuh persen pada akhir tahun 2011. Kondisi ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi di DKI terus meningkat selama lima tahun terakhir, bahkan, pada semester I tahun 2011 (Januari-Juli), pertumbuhan ekonomi di Jakarta telah mencapai angka 6,70 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Agus Suherman mengatakan pertumbuhan ekonomi di Ibukota terus bergerak positif dari tahun ke tahun pada masa kepemimpinan kepala daerah Fauzi Bowo-Prijanto. "Gubernur dan Wakil Gubernur DKI berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di ibukota dengan baik. Sejumlah terobosan baru dilakukan guna meningkatkan pergerakan ekonomi. Salah satunya dengan membaiknya iklim investasi di Jakarta," katanya di Jakarta, Selasa 5 Oktober 2011. Agus menuturkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 mencapai 6,40 persen mengalami penurunan sebesar 0,20 persen pada tahun 2008, dan kembali menurun hingga lima persen pada tahun 2009. "Penurunan akibat imbas krisis ekonomi global, dan Jakarta menuai imbasnya. Namun, dampaknya tidak membuat pertumbuhan ekonomi terpuruk, melainkan tetap berjalan meski lamban. Artinya, Pemprov DKI berhasil menjaga stabilitasi kegiatan usaha ekonomi, invenstasi dan lainnya agar tidak mengalami pertumbuhan yang minus," tuturnya. Buktinya, lanjut Agus, pertumbuhan ekonomi Jakarta kembali menggeliat naik pada tahun 2010 yang naik signifikan sebesar 1,50 persen, yaitu menjadi 6,50 persen. Kemudian bergerak naik juga sebesar 0,20 persen pada Semester I/2011 yang mencapai 6,70 persen. "Jadi kalau pertumbuhan ekonomi dalam semester II/2011 terus bergerak naik. Maka saya optimis target pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar tujuh persen dapat tercapai," ujarnya. Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi membaik dibuktikan dengan laju inflasi dari tahun ke tahun yang tidak terlalu tinggi. Hal ini terlihat dari laju inflasi pada tahun 2007 mencapai 6,04 persen, tahun 2008 mencapai 11,11, pada tahun 2009 mencapai 2,34 persen dan tahun 2010 mencapai 6,21 persen. Untuk laju inflasi Januari-September 2011, laju inflasi di DKI Jakarta baru mencapai 3,25 persen, padahal target laju inflasi di tahun 2011 sebesar 6,50 persen. "Laju inflasi yang tidak terlalu tinggi ini diakibatkan kemampuan Pemprov DKI dalam menstabilkan harga-harga barang pokok, sehingga kenaikan harga terkendali. Dengan kata lain, kinerja Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DKI bekerja dengan baik," paparnya.(antara)
BERITA TERKAIT:
|