Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Pemekaran Daerah Ganggu Ekspor Kayu Sumut
    MEDAN(EKSPOSnews): Ekspor kayu dan barang dari kayu Sumatera Utara masih terganggu akibat berbagai kebijakan luar dan dalam negeri termasuk pemekaran daerah yang menyebabkan areal tanaman kayu berkurang .

    "Kalau pun ada kenaikan nilai ekspor golongan barang tersebut pada tahun ini, itu dipicu harga jual yang naik sedikit," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Jatmiko, di Medan, Senin, 26 September 2011.

    Volume ekspor kayu dan barang dari kayu Sumut pada Januari-Juli 2011 sebesar 110.274 ton atau lebih rendah dari periode sama 2010 yang sudah 113.719 ton.

    Tetapi, meski volume menurun, nilai ekspor golongan barang itu di Januari-Juli 2011 naik menjadi 115,605 juta dolar AS dari periode sama sebelumnya 110,341 juta dolar AS.

    "Sayang sekali ditengah permintaan yang meningkat, justru pengusaha Sumut tidak bisa memenuhi akibat berbagai faktor mulai akibat kesulitan bahan baku dan berbagai kebijakan dalam dan luar negeri termasuk isu lingkungan dan kayu ilegal," katanya.

    Jatmiko menjelaskan, akibat pemekaran daerah, produksi kayu di 17 kabupatan di Sumut seperti Tapanuli Selatan, Labuhan Batu, Asahan, Nias, Tapanuli Utara dan Dairi, berkurang.

    Penurunan produksi terjadi karena sebagian wilayah perkebunan beralih fungsi menjadi perumahan dan perkantoran.

    Eksportir juga masih khawatir berbisnis golongan barang itu karena isu kayu ilegal.

    "Berbagai kebijakan luar negeri seperti pemberlakuan standar verifikasi legalitas kayu oleh Uni Eropa yang dinilai eksportir menambah biaya produksi juga menjadi hambatan pulihnya ekspor kayu dan barang dari kayu Sumut," katanya.

    Akibat kekurangan bahan baku dan dampak lainnya, ekspor golongan barang itu menurun ke semua negara.

    Pangsa pasar kayu Sumut ke Jepang misalnya tingga 15 persen, Amerika Serikat 18 persen, China dan korea Selatan masing-masing empat persen, Taiwan tiga persen dan Malaysia cuma satu persen.

    Eksportir kayu Sumut yang enggan disebut identitasnya, mengakui, belum bisanya eksportir memenuhi permintaan ekspor kayu dan produk kayu yang terus meningkat sejak 2010.

    "Selain kesulitan bahan baku. bea masuk ke pasa Amerika yang mencapai 30 persen juga membuat eksportir masih sulit mengekspor produk dan barang dari kayu itu hingga tahun ini," katanya.(an)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!