Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Pimpinan DPRD Simalungun Didesak Rotasi Alat Kelengkapan Dewan
    SIMALUNGUN (EKSPOSnews) : Pimpinan DPRD Kabupaten Simalungun didesak untuk melakukan rotasi alat kelengkapan dewan, seperti komisi - komisi.

    Rotasi itu sesuai UU Nomor 27 Tahun 2009 Tentang  Susunan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Termasuk diatur dalam Tata Tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Simalungun.

    "Sesuai tatib, rotasi komisi - komisi dilakukan setiap awal tahun anggaran," ujar Anggota DPRD Kabupaten Sulaiman Sinaga, Selasa 21 Februari 2012.

    Menurutnya, prosesnya dilakukan melalui rapat untuk menentukan unsur di komisi, seperti Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Ini berlanjut dengan diformalkan melalui paripurna setelah itu, komisi - komisi baru bekerja.

    Anggota Komisi III bidang keuangan ini menjelaskan, mekanisme rotasi, awalnya diusulkan masing - masing fraksi pada unsur pimpinan, dibahas lalu ditempatkan orangnya di komisi. Setelah itu diparipurnakan untuk pengesahan

    Dikatakan, untuk fraksi setiap saat bisa dirubah, artinya kapan saja bisa sesuai usulan partai. Sementara untuk alat kelengkapan dewan di rotasi pada awal anggaran, sehingga tak gantung melakukan pengawasan. "Fraksi bukan alat kelengkapan, tapi alat perpanjangan tangan dewan," ujarnya.

    Politisi dari Partai Demokrat ini juga menuturkan, sangat aneh jika rapat pimpinan tak mengikut sertakan pimpinan komisi - komisi. Sementara untuk Fraksi Demokrat, menurutnya sudah dibahas pergeseran di komisi - komisi sesuai kemampuan anggota dewan.

    "Justru yang menjadi permasalahan, rotasi itu agak lambat dilakukan, sementara pengawasan terhadap APBD 2012 harus dimulai," paparnya.
    Sulaiman berharap pimpinan dewan secepatnya melakukan rotasi dan memberdayakan lembaga sebagai fungsi pengawasan. Menurutnya, komisi yang lama dinilai tak maksimal kegiatannya melakukan pengawasan, karena ada info rotasi. Dikatakan, jika tidak pimpinan dewan menegaskan tak ada rotasi, sehingga komisi - komisi sebelumnya dapat bekerja melakukan pengawasan.

    "Kita mendesak Ketua DPRD Simalungun segera melaksanakan rotasi itu," ucapnya mengakhiri. Seperti diketahui, di DPRD Simalungun saat ini ada lima fraksi dan empat komisi. (en)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!