Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    PHK Honorer, Massa dan LSM Geruduk Kantor Bupati Labusel
    LABUSEL (EKSPOSnews) : Ratusan Massa dan Aliansi LSM Labuhanbatu Selatan (Labusel) mendesak Bupati Wildan Aswan Tanjung agar mundur dari jabatannya sebagai Bupati di Daerah itu. Aksi, Senin 16 Januari 2012  itu, digelar di halaman kantor Bupati setempat di Kotapinang.

    Permintaan tersebut dilontarkan salahsatu pengujuk rasa melalui pengeras suara didepan para jajaran pemkab Labusel. Aksi itu juga sekaitan dilakukannya pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi tenaga kontrak dan honorer sebanyak 300 orang didaerah itu. Syamsuten selaku koordinator aksi dalam orasinya mengatakan PHK terhadap tenaga honorer oleh Pemkab Labuhanbatu Selatan (Labusel) sangat memilukan. Apalagi, masyarakat tidak mengetahui alasan apa pihak Pemkab Labusel melakukan PHK. “Kalaulah dikarenakan kehadiran pada saat testing dan penilaian ujian dimana buktinya. Sebab ada yang tidak ikut ujian tetapi lulus. Kalaulah harus putra daerah yang diterima sebagai tenaga kontrak honorer mengapa malah putra daerah yang banyak diputus. Jawabannya yang pasti adalah adanya indikasi yang membayar pasti lulus,” cetusnya.

    Menurutnya, pengesahan APBD Labusel TA 2012 kesepakatan antara Pemkab Labusel dengan DPRD Labusel menyatakan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja atau pengurangan juga penambahan bagi tenaga honor. Dalam kesepakatan tersebut yang ada hanya Pemkab Labusel melakukan rotasi dari instansi yang lebih tenaga honornya kepada instansi yang kurang tenaga honornya.

    Dari kesepakatan tersebut, katanya terbentuk Perda APBD Labusel TA 2012 jumlah tenaga honor beserta gaji dan termasuk juga jumlah gaji tenaga honor yang telah diputus kontrak kerjanya saat ini oleh Pemkab Labusel telah tercantum dalam APBD Labusel TA 2012.
    Program Pemkab Labusel dalam mengentaskan pengangguran gencar-gencarnya diupayakan pemerintah daerah, kata dia, hanya kamuflase saja. Karena  tidak seperti yang dilakukan oleh Wildan Bupati labusel yang sesuka hatinya melakukan pemutusan hubungan kontrak kerja terhadap tenaga honorer.

    Dalam orasinya  Massa dan LSM  membagikan selebaran terhadap  masyarakat Labusel yang ikut tergabung dalam aksi. Masyarakat sangat kecewa terhadap kebijakan yang dilakukan Bupati Wildan. Untuk itu masyarakat meminta kepada Wildan Aswan Tanjung agar mempekerjakan kembali tenaga honorer yang telah diputus hubungan kontrak kerjanya. Kemudian menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat Labusel dan jangan meresahkan masyarakat atas kebijakan yang menguntungkan pribadi juga jangan melanggar Perda yang telah ditetapkan.

    Demonstrasi tersebut juga medapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dari Polsekta Kotapinang. Namun demonstrasi tersebut juga sempat diwarnai kericuhan karena massa dihadang oleh petugas Satpol-PP dan Polisi untuk tidak boleh masuk ke halaman kantor Bupati Labusel sehingga massa merusak pagar kantor Bupati Labusel dan membakar sebuah ban.(fh)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!