
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Plt Gubernur Sumut Gatot Bantah Jual Beli Jabatan
MEDAN(EKSPOSnews): Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo
Nugroho menjamin di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersih dari
tawar-menawar jabatan.
Dia menyatakan siap mundur jika ditemukan ada pejabat yang menyetor uang untuk menduduki posisi jabatan tertentu. “Di Sumut saya pastikan tidak ada.Tapi tidak tahu seperti apa di kabupaten/kota. Kalau bapak-bapak dapatkan laporan itu, sampaikan ke saya dan saya akan langsung mengundurkan diri jika benar itu terjadi,” kata Gatot dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh dan mantan kepala daerah kabupaten/ kota, di Rumah Dinas Gubernuran, Jalan Sudirman, Medan, Selasa 10 Januari 2012. Gatot menegaskan tidak pernah meminta ataupun menerima pemberian baik dari staf maupun pejabat dalam urusan penempatan di posisi struktural. Untuk mendapatkan jabatan tertentu di Pemprov Sumut, dirinya hanya meminta seluruh staf dan pegawai membuktikannya dengan memberikan kinerja yang baik sesuai visi-misi membangun Sumut. Pernyataan Gatot tersebut menjawab pertanyaan yang dilemparkan mantan Bupati Tapanuli Utara (Taput) yang juga mantan Wakil Gubernur Sumut Lundu Panjaitan. Dia mengatakan sempat mendengar ada tawar-menawar jabatan dengan uang dalam mutasi pegawai. Menurutnya jika itu benar terjadi maka tidak akan ada kata maaf dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada langkah dan komitmen yang tegas untuk mengantisipasinya. “Saya dengar hal ini tapi mudah-mudahan pendengaran saya yang salah kalau untuk jabatan tertentu harus pakai duit.Tolong ini ditertibkan,”tegas Lundu. Menurutnya masih bisa difahami jika dalam sisa periodesasinya Gatot belum bisa mewujudkan Bandara Kuala Namu dan Tol Medan-Kuala Namu- Tebintinggi beroperasi tepat waktu. Karena itu bukan murni tanggung jawab gubernur. Masih ada faktor lain di luar kewenangannya. Namun jika permasalahan menyangkut setoran khusus jabatan tertentu menurutnya itu tidak akan bisa dimaafkan. Mantan Bupati Madina Amru Daulay dalam kesempatan itu menyarankan, agar Gatot tegas dan berani melaksanakan kebijakan. Jika tidak, masyarakat Sumut akan terus bimbang dan menunggu kepastian. “Saya katakan harus tegas dan berani tentunya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.Jangan bingungkan masyarakat dengan status Plt atau defenitif, karena setahu saya tugas dan kebijakan Plt sama dengan yang defenitif,” terangnya. Mantan Walikota Medan dua periode, Bachtiar Jafar juga berpesan seorang kepala daerah harus memiliki ketegasan dan keberanian. Karena merupakan teladan bagi masyarakat. Apalagi yang dikerjakan diyakini benar dan sesuai aturan perundang-undnagan, norma adat dan agama. “Apapun ceritanya, kepala daerah harus punya keberanian. Jalan terus, itulah keteladanan,” tegas Bachtiar. Dalam temu ramah tersebut hadir beberapa tokoh, antaralain mantan Bupati Karo Meneth Ginting, mantan Bupati Tapsel Toharuddin Siregar, mantan Wakil Wali Kota Medan Maulana Pohan, dan mantan Bupati Tapanuli Tengah Panusunan Pasaribu. Selain itu, mantan Aspemmum Pemrovsu Pandapotan Nasution, dan sejumlah tokoh lainnya. Sejumlah tokoh dan mantan pejabat tersebut silih berganti memberikan semangat dan masukan untuk kepemimpinan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.(sindo)
BERITA TERKAIT:
|