Kamis, 24 Mei 2012
Follow: 
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • Goreng Ubi di Depan BPN Sumut
    Bentrok Lahan Perkebunan
    Bom Rakitan Aktif Ditemukan di Aceh
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    Parapat Go-es & Fun With Famili 2012
    KPU Sumut Soroti Minimnya Pemilih
    PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Minimnya tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suara sejak Pemilu tahun 1999 lalu, ternyata menjadi perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara.

    Menurut Anggota KPU Sumut, Turunan B Gulo, ada penurunan pemilih dari mulai Pemilu tahun 1999 - 2009. Dimana tingkat partisipasi pada Pemilu tahun 1999 mencapai 90 persen, namun terjadi penurunan  menjadi sekitar 70 persen di tahun 2009.

    "Di Kota Pematangsiantar tingkat pemilih lumayan baik, mencapai 90 persen," ujar Divisi Teknis ini, usai menjadi narasumber pada sosialiasasi UU No 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik di ruang data pemko, Selasa 13 Desember 2011.

    Sosialisasi kali ini ditujukan kepada Lurah dan Camat se - Kota Pematangsiantar. Dalam acara itu, KPU Sumut menjelaskan tentang syarat baru partai politik yang antara lain memiliki kepengurusan di seluruh provinsi di Indonesia dan implikasinya. Di tingkat provinsi, parpol juga harus mempunyai kepengurusan minimal di 75 persen Kabupaten / Kota dan 50 persen representatif tingkat kecamatan.

    Menurut Gulo, implikasinya parpol berbadan hukum belum tentu menjadi peserta pemilu. Kegiatan ini dalam rangka menyederhanakan partai politik menjadi multi partai sederhana.

    Gulo menuturkan, meski bersifat mengurusi aspek teknis, KPU Sumut juga menekankan penurunan tingkat partisipasi pemilu. Pihaknya meminta bantuan pemerintah agar melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, jika pemilu itu membawa perubahan.

    Menurutnya, studi ilmiah telah membuktikan faktor ketidakpercayaan masyarakat pada pemimpin sangat berpengaruh terhadap penurunan partisipasi pemilu. KPU Sumut juga meminta agar administrasi kependudukan dibenahi karena banyak warga yang tidak terdata.

    "Administrasi kependudukan harus diperbaiki. Program KTP Elektronik  (e-KTP), gagasannya bagus, namun belum tentu menjamin peningkatan partisipasi, paling tidak data pemilih yang ada lebih valid. Karena sebelumnya banyak pemilih ganda dan fiktif," ujarnya. (js)

    Share |
    Leave your comment.
    Name*:
    Email*:
    Website:
    Comment*:
    : * Type the captcha!